Turki Peringatkan Eskalasi Global Usai Operasi AS di Venezuela, Siap Jadi Mediator Krisis

Date:

DCNews, Ankara — Pemerintah Turki menyerukan semua pihak untuk menahan diri menyusul operasi Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro, sembari menyatakan kesiapan Ankara untuk berkontribusi dalam upaya penyelesaian krisis yang dinilai berpotensi mengguncang stabilitas kawasan dan tatanan internasional.

Dalam pernyataan resmi pertamanya sejak operasi tersebut berlangsung di Caracas, Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan bahwa Ankara memprioritaskan stabilitas Venezuela serta perdamaian dan kesejahteraan rakyat negara Amerika Latin itu.

“Turki mementingkan stabilitas Venezuela serta perdamaian dan kesejahteraan rakyat Venezuela. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri agar situasi saat ini tidak berkembang menjadi konsekuensi yang lebih buruk bagi keamanan regional dan internasional,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki yang dirilis Sabtu (4/1/2025) waktu setempat.

Pernyataan Ankara muncul di tengah gelombang kecaman internasional terhadap langkah Washington. Sejumlah negara yang selama ini menjadi sekutu Caracas—termasuk Brasil, Rusia, dan Tiongkok—mengecam keras operasi AS tersebut, menilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Venezuela dan hukum internasional.

Nada kritik dari Turki juga disuarakan secara lebih tajam oleh Devlet Bahceli, tokoh nasionalis senior sekaligus sekutu politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Dalam wawancara dengan CNN Turk pada Sabtu malam, Bahceli menuding Amerika Serikat telah bertindak “secara ilegal” dengan menggulingkan pemerintahan Maduro.

“Ini bukan hanya soal Venezuela, tetapi preseden berbahaya bagi sistem internasional,” kata Bahceli, tanpa merinci langkah lanjutan yang mungkin ditempuh Ankara.

Di sisi lain, Presiden Erdogan mengonfirmasi bahwa ia dijadwalkan melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin mendatang. Menurut Erdogan, agenda pembahasan tidak hanya mencakup situasi di Venezuela, tetapi juga isu-isu regional yang lebih luas, termasuk perang di Ukraina dan konflik Palestina.

Pengamat menilai sikap Turki mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara kritik terbuka terhadap Washington dan peran diplomatik sebagai calon mediator, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global akibat operasi AS di Amerika Latin. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puan Buka Masa Sidang DPR, Tekankan Mitigasi Bencana dan Penerapan KUHP Baru

DCNews, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa...

Pemerintah Blokir Sementara Grok di Platform X, DPR Desak Moderasi Ketat Konten AI

DCNews, Jakarta — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan...

Fahri Hamzah Buka Dapur Kekuasaan: Dari DPR ke Eksekutif, Prabowo Dinilai Presiden Paling Mandiri

DCNews, Jakarta — Perpindahan Fahri Hamzah dari dunia parlemen...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Kompak, Galeri24 dan UBS Melonjak hingga Rp65 Ribu per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan di Pegadaian...