DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global dibuka pada Minggu, 28 Desember 2025, dengan pergerakan signifikan di komoditas, valuta asing, dan indeks saham utama seiring investor menutup tahun di tengah sentimen geopolitik yang tinggi, ekspektasi penurunan suku bunga AS, serta volume perdagangan rendah menjelang libur akhir tahun.
1. GOLD – Emosi Investor
Dorong Emas ke Level Tertinggi
Harga emas terus mencetak rekor baru menjelang akhir tahun, dengan XAU/USD melampaui level USD 4,500 per troy ounce akibat permintaan safe-haven yang kuat di tengah ketegangan geopolitik global dan harapan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Data pasar menunjukkan reli berkelanjutan, dengan emas mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Impak Pasar: Emas semakin menjadi pilihan lindung nilai (safe-haven) atas meningkatnya risiko global dan ekspektasi kebijakan dovish bank sentral.
2. OIL – Minyak Melanjutkan Tekanan Pasar, Meski Terpengaruh Geopolitik
Harga minyak mentah WTI dan Brent mencatat tekanan turun di level akhir Desember, dengan WTI sekitar ~USD 56.7–58.4 per barel dan Brent di sekitar ~USD 60.6 per barel berdasarkan data historis terakhir. Tren ini memperlihatkan volatilitas lanjutan, meski sempat naik awal pekan lalu karena aksi keras AS terhadap tanker Venezuela di kawasan.
Impak Pasar: Pasar minyak tetap sensitif terhadap risiko geopolitik, tetapi tekanan pasar dan kekhawatiran kelebihan pasokan tampak membatasi upside pada harga minyak.
3. EUR/USD – Euro Stabil, Dolar Tekan Tipis
Pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan konsolidasi di kisaran moderat, dengan tekanan minor pada Euro dipengaruhi oleh outlook dolar yang sedikit menguat dalam beberapa sesi terakhir. Laporan menunjukkan pergerakan sideways saat trader menunggu data ekonomi utama AS.
Impak Pasar: Dolar AS menunjukkan tanda-tanda stabilitas teknikal, sehingga membatasi penguatan Euro lebih jauh.
4. GBP/USD – Poundsterling Mendekati Zona Kuat
Pasangan GBP/USD tetap berada di area kuat, mencerminkan stabilitas sterling dengan dukungan diferensial suku bunga relatif terhadap dolar. Analisis fundamental menunjukkan bahwa sterling mendapat dukungan dari sikap Bank of England yang lebih berhati-hati dibanding prediksi pasar terhadap Fed.
Impak Pasar: Posisi teknikal GBP/USD tampak mempertahankan tren bullish ringan jika data makro kuat bagi Inggris.
5. USD/JPY – Yen Tertekan, Dollar Menguat
Pasangan USD/JPY menunjukkan pelemahan yen terhadap dolar AS, dipicu oleh sentimen risiko yang meningkat dan prospek bank sentral Jepang yang lebih hawkish dibanding dolar. Data perdagangan terkini mencatat pergerakan dolar naik terhadap yen.
Impak Pasar: Yen masih bereaksi sensitif terhadap risiko global dan dinamika suku bunga, memicu bias bullish pada USD/JPY.
6. Nasdaq – Indeks Terkoreksi Ringan di Akhir Tahun
Indeks Nasdaq Composite mencatat koreksi ringan di sesi terakhir sebelum akhir tahun, mengakhiri di sekitar level ~23,590–23,600 setelah tekanan jual kecil di tengah volume tipis perdagangan yang rendah. Pergerakan ini terjadi setelah reli indeks sepanjang Desember yang dipicu oleh pertumbuhan teknologi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Impak Pasar: Nasdaq tetap menunjukkan kekuatan teknikal secara jangka panjang, namun tren akhir tahun lebih dipengaruhi oleh likuiditas yang tipis dan rotasi profit taking.
Kesimpulan Analisis Pasar
Pasar pada Minggu, 28 Desember 2025, menunjukkan dinamika yang khas menjelang penutupan tahun:
- Emas mencetak rekornya sebagai aset lindung nilai di tengah risiko geopolitik dan ekspektasi Fed dovish,
- Minyak menurun tipis meskipun gejolak geopolitik memberikan beberapa support jangka pendek,
- Forex menunjukkan konsolidasi moderat, dengan dolar AS sedikit menguat terhadap beberapa mata uang utama,
- Indeks Nasdaq terkoreksi ringan di tengah volume rendah, namun tetap di level yang kuat secara historis.
Sentimen pasar masih ditandai oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter bank sentral, sehingga investor cenderung berhati-hati dalam memasuki posisi baru menjelang periode libur akhir tahun dan antisipasi data ekonomi awal tahun depan. ***

