DCNews, Jakarta— Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (23/12/2025), seiring lonjakan harga emas global yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia.
Berdasarkan data resmi Antam, harga emas Antam naik signifikan Rp59.000 menjadi Rp2.561.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya. Kenaikan ini menandai level tertinggi harga emas Antam sepanjang sejarah.
Sejalan dengan itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga meningkat Rp59.000 menjadi Rp2.420.000 per gram, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi baru.
Kenaikan harga emas domestik tidak terlepas dari lonjakan tajam harga emas dunia. Pada penutupan perdagangan terakhir, harga emas spot global ditutup di level US$4.455,8 per troy ons, melonjak 2,6% dibandingkan akhir pekan lalu dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Secara year-to-date (YtD), harga emas dunia telah melesat 69,8% secara point-to-point, menempatkan emas pada jalur kenaikan tahunan terbaik sejak 1979.
Penguatan harga emas global didorong meningkatnya tensi geopolitik yang memicu lonjakan permintaan aset lindung nilai (safe haven). Di kawasan Amerika, hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela memanas setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade minyak terhadap Venezuela.
Pemerintah AS dilaporkan melakukan pengejaran terhadap sejumlah kapal tanker yang diduga akan bersandar atau meninggalkan wilayah Venezuela. Salah satunya adalah kapal tanker Bella 1 berbendera Panama yang diyakini akan menuju Venezuela untuk mengangkut minyak mentah.
Sebelumnya, AS juga dilaporkan mencegah kapal tanker Centuries pada Sabtu (20/12/2025) serta mencegat kapal tanker Skipper pada 10 Desember 2025.
Ketegangan geopolitik juga meningkat di Eropa. Ukraina dilaporkan menyerang kapal tanker minyak Rusia di Laut Mediterania. Serangan misil menghantam kapal tanker Qendil yang berada sekitar 1.200 mil dari perbatasan Ukraina. Saat insiden terjadi, kapal tersebut dilaporkan dalam kondisi kosong.
Selain itu, Ukraina juga menyerang fasilitas pengeboran minyak Rusia di Laut Kaspia yang menyebabkan kerusakan pada instalasi turbin. Serangan tersebut merupakan yang kedua terhadap proyek energi Grayfer.
Analis menilai, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global mendorong investor mengalihkan portofolionya ke aset aman seperti emas. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, emas kerap menjadi instrumen utama untuk menjaga nilai kekayaan dan memitigasi risiko. ***

