Market Brief 18 Desember 2025 — Update Harga & Sentimen Pasar (GOLD, OIL, EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, Nasdaq)

Date:

DCNews, Jakarta Emas dan minyak menguat, namun indeks saham teknologi kembali melemah pada perdagangan Kamis pagi seiring investor bersiap data inflasi AS dan keputusan bank sentral global yang diperkirakan akan mengubah arah pasar menuju akhir tahun. Sentimen risiko kembali menekan saham teknologi, sementara safe-haven seperti emas terus menarik minat. Berikut rangkuman kondisi pasar terkini:

1. GOLD (Emas) — Harga Melemah Tipis di Mid-Level Setelah Rally

Harga emas (XAU/USD) berfluktuasi di kisaran sekitar USD 4.350-4.370 per troy ounce, turun dari level tertinggi beberapa minggu lalu karena aksi ambil untung dan penguatan dolar AS menjelang rilis data inflasi AS (CPI). Emas tetap berada dekat area support teknikal jangka menengah dan didukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed di 2026, yang bisa membatasi downside.

Menyikapi kondisi saat ini, investor cenderung wait-and-see terhadap CPI AS hari ini; jika inflasi lebih rendah dari ekspektasi, safe-haven seperti emas bisa kembali naik pada short-term.

2. OIL (Minyak) — Menguat di Tengah Risiko Geopolitik dan Pemblokadean

Harga minyak mentah Brent dan WTI memperlihatkan kenaikan moderat, dipicu oleh berita rencana sanksi AS terhadap sektor energi Rusia dan blokade terhadap tanker Venezuela yang membawa tekanan suplai potensial. Hal ini mengangkat harga Brent ke sekitar USD ~60 per barel dan WTI sedikit di bawahnya.

Walau ada kekhawatiran surplus jangka panjang, risiko geopolitik kembali membuat minyak menarik, terutama jika gangguan suplai berlanjut.

3. EUR/USD — Sideways Dengan Bias Bullish Terbatas

Pasangan EUR/USD bergerak sideways di sekitar 1.170-1.175, dengan euro sedikit tertekan oleh penguatan dolar AS, namun support teknikal kuat di area 1.170 dapat menahan penurunan. ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga sementara risiko dari CPI AS bisa memberikan volatilitas lebih lanjut.

Break di bawah level support utama dapat membawa EUR/USD lebih rendah, sementara data inflasi AS yang softer dapat memicu rebound Euro di sesi berikutnya.

4. GBP/USD — Tertekan Sentimen BoE dan Data Inflasi

Pasangan GBP/USD menunjukkan tekanan turun seiring inflasi Inggris lebih lemah dari ekspektasi, yang meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga Bank of England. Pound tetap di kisaran 1.33-1.34, dengan tekanan downside jika berita BoE lebih dovish.

Trader cenderung mengamati keputusan BoE sebagai katalis utama; potensi cut dapat menekan Pound lebih lanjut.

5. USD/JPY — Dolar Menguat, Yen Terseret Kebijakan Bank of Japan

USD/JPY terus naik mendekati area 155.5, didorong oleh ekspektasi BoJ yang kemungkinan menaikkan suku bunga sementara AS mempertahankan spread yield yang menarik bagi investor dolar.

Dengan perbedaan kebijakan moneter AS-Jepang melebar, USD/JPY tetap berada di zona bullish jangka pendek.

6. Nasdaq — Kinerja Tekanan Turun Akibat Jitters di Sektor Teknologi

Indeks Nasdaq Composite sempat turun sekitar 1.8% ke level ~22.690, dipengaruhi kekhawatiran funding dan sustainability di sektor AI yang menjadi tulang punggung indeks tersebut. Kekhawatiran terhadap pembiayaan infrastruktur AI dan profit taking memicu tekanan signifikan pada saham teknologi besar, menekan Nasdaq ke posisi terendah dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, investor tetap berhati-hati di sektor teknologi. Koreksi indeks Nasdaq bisa berlanjut jika kekhawatiran fundamental di sektor AI dan makro tidak mereda.

Kesimpulan & Outlook Pasar

Sentimen pasar Kamis ini tetap campuran:

  • Safe-haven (emas) mendapat dukungan dari ketidakpastian inflasi dan geopolitik, tetapi profit-taking dan penguatan dolar menahan kenaikan jangka pendek.
  • Energi (minyak) terangkat oleh risiko pasokan, namun dinamika oversupply jangka panjang tetap menjadi penghalang.
  • Forex major pairs menunjukkan kecenderungan korelatif terhadap perbedaan kebijakan moneter dan data makro yang akan datang, khususnya CPI AS.
  • Saham teknologi memasuki fase tekanan turun yang lebih tajam, mencerminkan pergeseran sentimen dari pertumbuhan agresif sektor AI ke fokus fundamental dan risiko funding.

Strategi investor

Posisi lebih defensif dengan diversifikasi aset — kombinasi emas/komoditas serta selektivitas sektor saham — dapat membantu menghadapi volatilitas di sisa Desember. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puan Buka Masa Sidang DPR, Tekankan Mitigasi Bencana dan Penerapan KUHP Baru

DCNews, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa...

Pemerintah Blokir Sementara Grok di Platform X, DPR Desak Moderasi Ketat Konten AI

DCNews, Jakarta — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan...

Fahri Hamzah Buka Dapur Kekuasaan: Dari DPR ke Eksekutif, Prabowo Dinilai Presiden Paling Mandiri

DCNews, Jakarta — Perpindahan Fahri Hamzah dari dunia parlemen...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Kompak, Galeri24 dan UBS Melonjak hingga Rp65 Ribu per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan di Pegadaian...