DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Kamis (18/12/2025), mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar global. Berdasarkan data laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp17.000 menjadi Rp2.487.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp2.470.000 per gram.
Sejalan dengan kenaikan harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga meningkat Rp16.000 menjadi Rp2.346.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.330.000 per gram. Kenaikan ini mempersempit selisih harga jual dan buyback, sehingga relatif lebih menarik bagi investor ritel.
Transaksi penjualan emas batangan dikenakan ketentuan pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat pada Kamis (18/12):
- 0,5 gram: Rp1.293.500
- 1 gram: Rp2.487.000
- 2 gram: Rp4.914.000
- 3 gram: Rp7.346.000
- 5 gram: Rp12.210.000
- 10 gram: Rp24.365.000
- 25 gram: Rp60.787.000
- 50 gram: Rp121.495.000
- 100 gram: Rp242.912.000
- 250 gram: Rp607.015.000
- 500 gram: Rp1.213.820.000
- 1.000 gram: Rp2.427.600.000
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, berlaku PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian disertai bukti potong PPh 22 sesuai ketentuan yang berlaku.
Analisis Pasar
Penguatan harga emas domestik sejalan dengan tren positif harga emas global yang didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, volatilitas nilai tukar, serta dinamika geopolitik yang berpotensi menekan aset berisiko. Dalam kondisi tersebut, emas tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan tetap volatil namun cenderung menguat, terutama jika sentimen risk-off berlanjut. Bagi investor jangka menengah hingga panjang, emas masih relevan sebagai diversifikasi portofolio, dengan strategi akumulasi bertahap untuk meredam fluktuasi harga jangka pendek. ***

