DCNews, Jakarta— Harga emas batangan di dalam negeri kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (11/12). Berdasarkan data resmi Sahabat Pegadaian, dua produk logam mulia—UBS dan Galeri24—kompak mencatat kenaikan seiring menguatnya harga emas dunia dan meningkatnya permintaan aset aman (safe haven).
Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan dolar AS serta ekspektasi pasar bahwa bank sentral global akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar pada awal 2026. Kombinasi faktor tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset lindung nilai seperti emas.
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian
Emas Galeri24 naik menjadi Rp2.446.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.434.000.
Emas UBS juga menguat ke Rp2.482.000 per gram, dari harga sebelumnya Rp2.474.000.
Kedua produk tersedia dalam berbagai ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram untuk Galeri24, serta hingga 500 gram untuk UBS.
Daftar Harga Emas UBS Hari Ini
- 0,5 gram: Rp1.342.000
- 1 gram: Rp2.482.000
- 2 gram: Rp4.926.000
- 5 gram: Rp12.171.000
- 10 gram: Rp24.214.000
- 25 gram: Rp60.417.000
- 50 gram: Rp120.586.000
- 100 gram: Rp241.075.000
- 250 gram: Rp602.510.000
- 500 gram: Rp1.203.606.000
Daftar Harga Emas Galeri24 Hari Ini
- 0,5 gram: Rp1.283.000
- 1 gram: Rp2.446.000
- 2 gram: Rp4.819.000
- 5 gram: Rp11.959.000
- 10 gram: Rp23.853.000
- 25 gram: Rp59.487.000
- 50 gram: Rp118.881.000
- 100 gram: Rp237.644.000
- 250 gram: Rp590.332.000
- 500 gram: Rp1.180.662.000
- 1.000 gram: Rp2.361.324.000
Analisis Pasar
Penguatan harga emas domestik sejalan dengan tren global. Investor semakin berhati-hati menghadapi ketidakpastian geopolitik serta prospek perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi AS mulai menurun, membuat emas kembali menarik sebagai aset perlindungan nilai.
Selain itu:
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada semester I-2026 menjadi pendorong utama.
- Permintaan emas fisik di kawasan Asia meningkat menjelang akhir tahun, memperkuat sentimen harga.
Dengan kondisi tersebut, analis memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan penguatan jangka pendek, terutama jika dolar AS terus melemah dan risiko global meningkat. ***

