DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di platform Sahabat Pegadaian terpantau kompak melemah pada Kamis pagi (30/4/2026), mencerminkan tekanan pasar global sekaligus aksi ambil untung investor setelah reli harga dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pembaruan pukul 07.23 WIB, tiga produk utama—Antam, UBS, dan Galeri24—mengalami penurunan harga. Emas Antam tercatat turun menjadi Rp2.896.000 per gram, UBS ke Rp2.792.000 per gram, dan Galeri24 ke Rp2.775.000 per gram.
Jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya, Rabu (29/4/2026), harga emas ketiganya memang mengalami koreksi. Saat itu, emas UBS dibanderol Rp2.840.000 per gram, Antam Rp2.927.000 per gram, dan Galeri24 Rp2.802.000 per gram.
Penurunan ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga, yang biasanya menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Di platform Sahabat Pegadaian, emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara emas UBS dipasarkan dari 0,5 gram hingga 500 gram, dan Antam tersedia dari 0,5 gram hingga 100 gram. Adapun harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia umumnya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.
Rincian Harga Emas di Sahabat Pegadaian:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.456.000
- 1 gram: Rp2.775.000
- 2 gram: Rp5.483.000
- 5 gram: Rp13.607.000
- 10 gram: Rp27.142.000
- 25 gram: Rp67.490.000
- 50 gram: Rp134.872.000
- 100 gram: Rp269.611.000
- 250 gram: Rp672.373.000
- 500 gram: Rp1.344.745.000
- 1.000 gram: Rp2.689.490.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.500.000
- 1 gram: Rp2.896.000
- 2 gram: Rp5.729.000
- 3 gram: Rp8.567.000
- 5 gram: Rp14.243.000
- 10 gram: Rp28.429.000
- 25 gram: Rp70.941.000
- 50 gram: Rp141.799.000
- 100 gram: Rp283.517.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.509.000
- 1 gram: Rp2.792.000
- 2 gram: Rp5.541.000
- 5 gram: Rp13.689.000
- 10 gram: Rp27.236.000
- 25 gram: Rp67.955.000
- 50 gram: Rp135.630.000
- 100 gram: Rp271.153.000
- 250 gram: Rp677.681.000
- 500 gram: Rp1.353.770.000
Di sisi lain, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan—yang akrab disapa Kang Dahlan—menilai koreksi harga emas saat ini masih tergolong wajar dalam siklus pasar. Menurutnya, investor ritel sebaiknya tidak panik, melainkan memanfaatkan momentum penurunan sebagai peluang akumulasi bertahap.
“Emas tetap instrumen lindung nilai jangka panjang. Koreksi seperti ini justru membuka ruang bagi investor untuk masuk dengan harga lebih sehat, selama tetap memperhatikan tujuan keuangan dan likuiditas,” ujar Kang Dahlan. ***

