Harga Emas Antam Turun, Pasar Global Menunggu Keputusan The Fed — Sentimen Masih Rawan

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas Antam kembali melemah pada Kamis (4/12/2025), seiring sikap pasar global yang berhati-hati menanti arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Tren penurunan harga ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada 10 Desember mendatang.

Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dibuka di Rp 2.406.000 per gram, turun Rp 6.000 dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.
Harga pembelian kembali (buyback) juga bergerak turun sebesar Rp 6.000 menjadi Rp 2.267.000 per gram.

Di pasar global, pergerakan emas masih terbatas. Harga emas spot ditutup di US$ 4.206,9 per troy ons, hanya naik tipis 0,02%, mencerminkan stagnasi di tengah minimnya katalis baru.

Daftar lengkap harga emas Logam Mulia Antam untuk hari ini. (Sumber: Logam Mulia)

Pasar Menanti Sinyal The Fed

Investor kini memusatkan perhatian pada data ketenagakerjaan AS terbaru yang dirilis Automatic Data Processing (ADP). Pada November, sektor swasta AS memangkas 32.000 tenaga kerja, lebih rendah dibandingkan revisi Oktober sebanyak 47.000.

“Rekrutmen sedang sulit karena dunia usaha mewaspadai konsumen yang berhati-hati dan ketidakpastian makro ekonomi,” ujar Nela Richardson, Kepala Ekonom ADP.

Kelesuan pasar tenaga kerja memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan. Berdasarkan CME FedWatch, peluang penurunan 25 basis poin ke level 3,5–3,75% mencapai 89%.

Bagi emas yang merupakan aset non-yielding, prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi kabar baik. Namun sinyal dari pejabat The Fed beberapa waktu terakhir menunjukkan nada kehati-hatian, terutama terkait inflasi yang dinilai masih sulit kembali ke target 2%.

Sentimen Masih Rawan

Dinamika internal The Fed yang kemungkinan tidak bulat soal pemangkasan suku bunga membuat pelaku pasar ragu mengambil posisi agresif. Sentimen yang bercampur ini membuat harga emas bergerak sempit dan cenderung terombang-ambing.

Pasar emas global kini menunggu komunikasi resmi The Fed pada pertemuan pekan depan, yang akan menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya — apakah kembali melaju atau justru tertekan lebih dalam. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

UU Satu Data Indonesia: Jangan Biarkan Data Rakyat Menjadi Senjata Industri Pinjol

Oleh: Asep Dahlan (Konsultan Keuangan dan Pendiri Dahlan Consultants...

Status WhatsApp Debt Collector Berisi Kata-kata Kasar Berujung Laporan Pencemaran Nama Baik di Tegal

DCNews, Tegal – Unggahan status WhatsApp yang berisi rekaman...

Habiburokhman Singgung Watergate Indonesia saat Dorong RUU Penyadapan

DCNews, Jakarta - Praktik penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

UU Satu Data Indonesia Harus Hentikan Tumpang Tindih Data dan Lindungi Privasi Masyarakat

DCNews, Jakarta – Ketidakakuratan data pemerintah berpotensi membuat masyarakat...