DCNews, Jakarta — Harga emas di pasar ritel dalam negeri terpantau melemah pada perdagangan Rabu (3/12). Berdasarkan data resmi Sahabat Pegadaian, dua produk logam mulia, yakni emas UBS dan Galeri24, sama-sama mencatat penurunan harga dibanding hari sebelumnya.
Emas Galeri24 turun ke Rp2.460.000 per gram dari sebelumnya Rp2.466.000. Sementara emas UBS ikut terkoreksi menjadi Rp2.481.000 per gram dari posisi awal Rp2.498.000.
Produk emas Galeri24 tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram, sedangkan emas UBS ditawarkan dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Daftar Harga Emas UBS Hari Ini
- 0,5 gram: Rp1.341.000
- 1 gram: Rp2.481.000
- 2 gram: Rp4.923.000
- 5 gram: Rp12.163.000
- 10 gram: Rp24.198.000
- 25 gram: Rp60.375.000
- 50 gram: Rp120.503.000
- 100 gram: Rp240.909.000
- 250 gram: Rp602.095.000
- 500 gram: Rp1.202.776.000
Daftar Harga Emas Galeri24 Hari Ini
- 0,5 gram: Rp1.290.000
- 1 gram: Rp2.460.000
- 2 gram: Rp4.847.000
- 5 gram: Rp12.028.000
- 10 gram: Rp23.992.000
- 25 gram: Rp59.832.000
- 50 gram: Rp119.569.000
- 100 gram: Rp239.020.000
- 250 gram: Rp593.750.000
- 500 gram: Rp1.187.499.000
- 1.000 gram: Rp2.374.997.000
Analisis Pasar: Mengapa Harga Emas Turun?
Penurunan harga emas hari ini mencerminkan pelemahan sentimen di pasar global. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi:
1. Penguatan Dolar AS
Dolar yang menguat membuat harga emas dunia tertekan karena logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Kondisi ini biasanya mendorong aksi ambil untung di pasar emas.
2. Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed
Pasar masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve. Harapan bahwa The Fed tidak akan terlalu agresif dalam penurunan suku bunga membuat pelaku pasar cenderung wait and see, menahan kenaikan harga emas.
3. Arus Investasi ke Aset Berisiko
Sentimen positif di pasar saham global turut menekan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Pelaku pasar mengalihkan portofolio ke instrumen berisiko saat kondisi ekonomi dinilai stabil.
Outlook: Ke Mana Harga Emas Bergerak?
Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan bergerak fluktuatif mengikuti dinamika dolar AS dan pernyataan pejabat bank sentral Amerika Serikat. Namun, dalam jangka menengah, ketidakpastian ekonomi global masih menjadi faktor yang bisa menopang harga emas.
Bagi investor ritel, momentum koreksi harga seperti hari ini kerap dianggap sebagai peluang untuk akumulasi, terutama untuk tujuan jangka panjang. ***

