DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global bergerak hati-hati pada perdagangan Jumat (28/11/2025) seiring meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera memberi sinyal pelonggaran kebijakan moneter. Sentimen ini membuat investor kembali memburu aset lindung nilai, sementara gejolak geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian arah ekonomi global masih membayangi pergerakan harga komoditas dan mata uang utama. Dalam lanskap pasar yang sensitif terhadap data ekonomi, instrumen berbasis dolar ikut mencatat volatilitas tinggi.
Harga Emas Stabil di Tengah Ekspektasi Pelonggaran The Fed
Pasar mencatat harga spot emas (Gold / XAU/USD) berada di sekitar US$ 4.163,99 per troy ounce, mempertahankan posisi dekat tertinggi satu pekan. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga — faktor yang umumnya melemahkan dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe-haven.
Minyak Mentah Menguat Didukung Pemangkasan Produksi & Geopolitik
Sementara itu, harga minyak mentah (Brent Crude Oil / WTI Crude Oil) rebound dari level terendah sebulan, akibat kekhawatiran pasokan global dan harapan bahwa produsen akan memangkas produksi. Tekanan geopolitik dan dinamika pasokan membuat minyak kembali menarik minat investor energi.
Mata Uang: EUR/USD & GBP/USD Diuntungkan Ekspektasi Pelonggaran Moneter AS
Pasangan EUR/USD sedikit menguat, sejalan dengan aksi ambil posisi terhadap melemahnya dolar AS.
Demikian pula, GBP/USD mendapat dukungan dari sentimen positif di Inggris dan pelemahan dolar — membuat pound relatif lebih menarik.
USD/JPY: Dolar AS Kembali Tertekan, Yen Memperlihatkan Perlawanan
Pasangan USD/JPY tetap dalam sorotan karena potensi pelemahan dolar. Meski belum ada data terbaru yang mengindikasikan pergerakan ekstrem, pelemahan dolar global mendorong investor mempertimbangkan yen sebagai aset alternatif.
Indeks Saham: Nasdaq Composite Menguat Didorong Optimisme Pelonggaran Moneter & Minyak Relatif Stabil
Pasar saham Amerika, termasuk Nasdaq, merespons sentimen ekspektasi pemangkasan suku bunga dan stabilitas di harga komoditas. Kestabilan minyak dan emas yang menarik investor lindung nilai mendukung arus modal ke saham teknologi dan growth — area yang banyak direpresentasikan di Nasdaq. (Meskipun data spesifik penutupan hari ini belum tersedia, tren global menunjukkan optimisme terhadap sekelompok saham ini)
Ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed menjadi katalis utama pergerakan pasar hari ini. Emas dan minyak mendapatkan dukungan sebagai aset hedging, sementara dolar AS melemah — memberi ruang bagi mata uang mayor Eropa dan Inggris serta yen untuk menguat. Di pasar saham, potensi inflasi rendah dan suku bunga turun membuat indeks seperti Nasdaq kembali menarik perhatian investor. ***

