DCNews, Jakarta — Harga emas Antam pada Ahad (16/11/2025) tercatat stagnan di level Rp2.348.000 per gram, tidak berubah dari posisi perdagangan Sabtu. Meski demikian, logam mulia ini masih membukukan kenaikan Rp41.000 dalam sepekan terakhir di tengah dinamika global yang semakin tak menentu.
Jika dibandingkan posisi Jumat sebelumnya, harga emas Antam sebenarnya turun Rp50.000 dari level Rp2.398.000 per gram. Harga buyback (pembelian kembali) juga bertahan di Rp2.209.000 per gram.
Untuk pecahan lainnya, harga emas Antam tercatat sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.224.000
- 2 gram: Rp4.636.000
- 3 gram: Rp6.929.000
- 5 gram: Rp11.515.000
WGC: Harga Emas 2026 Akan Bergantung pada AS, The Fed, dan Kebijakan Trump
World Gold Council (WGC) memproyeksikan harga emas pada 2026 akan sangat ditentukan oleh arah kebijakan Amerika Serikat, khususnya suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan dinamika geopolitik perdagangan.
Shaokai Fan, Head of Asia Pacific and Global Head of Central Banks WGC, menegaskan bahwa keputusan The Fed mengenai Federal Funds Rate (FFR) akan menjadi faktor paling krusial.
“Jika The Fed menurunkan suku bunga, itu akan menjadi katalis positif bagi emas,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia menambahkan, ketegangan tarif perdagangan AS dengan berbagai negara — termasuk China — sejak April lalu turut memicu volatilitas pasar emas.
Kebijakan Donald Trump Dinilai Akan Mengerek Harga Emas
Shaokai juga menyoroti rencana Presiden AS Donald Trump yang berniat mengganti sejumlah pejabat Gubernur The Fed dengan sosok yang lebih pro-pelonggaran moneter. Kebijakan tersebut diprediksi dapat menekan suku bunga lebih rendah lagi.
“Trump akan memilih orang-orang yang cenderung mendukung penurunan suku bunga. Ini memberi peluang positif bagi harga emas,” katanya.
Return Emas Melejit Tahun Ini
Sepanjang tahun ini, harga emas global mengalami lonjakan signifikan dengan imbal hasil (return) yang menembus 50%. Tahun sebelumnya, WGC mencatat return emas berada pada level 32%.
Shaokai mendorong investor untuk memahami tren emas dan hubungan instrumen tersebut dengan portofolio investasi lainnya.
“Pesan saya kepada investor adalah memahami tren emas dan interaksinya dengan komponen investasi lain,” ujarnya. ***

