Market Brief Selasa, 11 November 2025: Emas dan Minyak Menguat, Forex Campur-Aduk, Nasdaq Pimpin Reli Global

Date:

DCNews, Jakarta Pasar keuangan global bergerak variatif pada perdagangan Selasa (11/11/2025). Optimisme investor meningkat setelah proses legislasi di Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan (shutdown). Sentimen ini mendorong reli di pasar saham dan komoditas safe haven seperti emas, sementara pergerakan valuta asing dan energi masih bergejolak akibat ketidakpastian pasokan serta arah kebijakan moneter global.

📊 Tabel Ringkas Pergerakan Aset – 11 November 2025

Instrumen Posisi Terakhir Perubahan (%) Tren Harian Catatan Utama
Emas (XAU/USD) US$ 4.105/oz +0,38% 🔼 Naik Permintaan safe haven meningkat pasca isu fiskal AS
WTI Crude Oil US$ 60,03/barel +0,22% 🔼 Naik Tipis Optimisme pemulihan permintaan energi AS
EUR/USD 1,1450 ±0,00% ⚖️ Konsolidasi Divergensi kebijakan ECB–Fed menahan arah
GBP/USD 1,3120 +0,10% 🔼 Koreksi Ringan Momentum terbatas di channel menurun
USD/JPY 153,77 +0,42% 🔼 Menguat Yield AS naik, yen melemah
Nasdaq Composite 17.245,6 +1,25% 🔼 Reli Sektor teknologi & AI memimpin penguatan

Emas (XAU/USD)

Harga emas naik berkat meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian fiskal AS.
Secara teknikal, harga masih dalam tren naik, dengan potensi koreksi menuju support US$ 4.075 sebelum rebound ke target US$ 4.185 per ons.
Jika tekanan jual berlanjut dan support US$ 4.015 ditembus, harga berisiko turun lebih dalam ke US$ 3.865.

Minyak Mentah (Crude Oil – WTI/Brent)

Harga minyak mentah dunia naik tipis setelah optimisme tumbuh bahwa berakhirnya shutdown AS akan memulihkan aktivitas ekonomi dan permintaan energi.
Kontrak berjangka WTI tercatat di kisaran US$ 60,03 per barel, naik 0,22% dari sesi sebelumnya.
Namun, potensi kenaikan masih terbatas akibat kelebihan pasokan global dan meningkatnya cadangan minyak di AS serta Eropa.

Forex (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY)

EUR/USD bergerak mendatar di kisaran 1,1450, diapit oleh support 1,1250 dan resistance 1,1720. Divergensi kebijakan suku bunga antara ECB dan Federal Reserve masih menjadi faktor penghambat tren baru.
GBP/USD sempat menguat ke area 1,3205, namun masih rentan terkoreksi ke 1,3010 jika momentum melemah.
Sementara USD/JPY menanjak ke 153,77, didorong oleh kenaikan yield obligasi AS dan pelemahan yen Jepang. Resistance terdekat berada di 154,34–154,48.

Indeks Saham – NASDAQ Composite

Indeks Nasdaq Composite memimpin reli bursa Wall Street dengan penguatan 1,25%, didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi dan sektor kecerdasan buatan (AI).
Pasar menilai bahwa berakhirnya shutdown akan membawa kepastian fiskal baru bagi perusahaan teknologi.
Namun, analis mengingatkan bahwa valuasi sektor ini mendekati titik jenuh, yang berpotensi memicu koreksi jika ekspektasi pertumbuhan tak terealisasi.

Intisari & Implikasi

Ekspektasi berakhirnya shutdown AS menjadi katalis utama pemulihan sentimen global pada perdagangan Selasa ini. Reli aset berisiko terjadi seiring pergeseran minat investor terhadap saham dan komoditas.

Bagi investor Indonesia, dinamika global ini dapat memperkuat dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah, serta memicu volatilitas harga komoditas ekspor seperti emas dan minyak sawit.
Kenaikan harga energi juga berpotensi menambah tekanan inflasi domestik pada kuartal terakhir 2025, sementara pasar saham nasional diperkirakan bergerak hati-hati menanti arah kebijakan fiskal global. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Diduga Debt Collector Leasing Rampas Mobil Warga di Gorontalo, Polisi Amankan Satu Unit Kendaraan

DCNews, Gorontalo — Aparat Polsek Mananggu, Kabupaten Pohuwato, mengamankan satu...

Aria Bima Tegaskan Pilkada Langsung Amanat Konstitusi yang Tak Bisa Ditawar

DCNews, Jakarta — Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari...

Gugatan ke MK: Celah Persetujuan Data Pribadi Dinilai Picu Penyalahgunaan Pinjol

DCNews, Jakarta— Ketika negara berupaya membangun perlindungan data pribadi...

Desa Pondasi Bangsa, Habib Aboe: Harus Jadi Subjek Pembangunan

DCNews, Jakarta — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai...