Perang Lawan Narkoba Harus Jadi Gerakan Nasional, Bukan Hanya Tugas Aparat

Date:

DCNews, Jakarta — Perang melawan narkoba bukan semata tanggung jawab aparat penegak hukum. Tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat desa.

Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) sekaligus Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, Ahad (2/11/2025) saat menghadiri pelantikan pengurus DPD GRANAT Sulawesi Tengah dan DPC GRANAT Kabupaten Sigi di Palu.

Kalau ingin menyelamatkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045, menurut Firman, maka pemberantasan narkoba harus dijadikan gerakan nasional. “Tidak cukup hanya seremonial, tapi harus masif, terstruktur, dan berkelanjutan hingga ke desa,” ujarnya.

Firman juga memuji langkah Presiden Prabowo Subianto yang dalam satu tahun pemerintahannya berhasil memusnahkan lebih dari 214 ton barang bukti narkoba dari berbagai jenis. Ia menilai capaian itu mencerminkan komitmen kuat negara dalam perang melawan narkotika, termasuk kontribusi Polda Sulawesi Tengah yang berhasil mengungkap 43 kilogram sabu.

“Langkah Presiden Prabowo adalah bukti nyata komitmen negara. Namun, keberhasilan itu harus dijaga dengan partisipasi publik. GRANAT siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah agar gerakan ini terus berlanjut hingga ke akar rumput,” tegas Firman yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi Golkar MPR RI dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia.

Ia menekankan bahwa edukasi dan literasi sosial terhadap bahaya narkoba harus menjadi agenda berkelanjutan, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, pendekatan pencegahan tidak bisa hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan harus melibatkan pendidikan, pemberdayaan, dan keteladanan sosial.

“Ketika pelajar dan mahasiswa sadar bahwa narkoba bukan hanya melanggar hukum tapi juga menghancurkan masa depan, di situlah bangsa ini punya harapan. Penyelamatan bangsa dimulai dari penyelamatan satu anak muda dari bahaya narkoba,” tuturnya.

Firman menilai kegiatan GRANAT di Sulawesi Tengah, termasuk kuliah umum yang dihadiri 1.800 mahasiswa dan pelajar, menjadi bukti nyata kontribusi organisasi ini dalam mendukung strategi nasional pemberantasan narkotika. Ia pun menyerukan agar pemerintah pusat dan daerah memperkuat kelembagaan GRANAT di seluruh Indonesia sebagai benteng utama melawan ancaman narkoba.

“Kolaborasi antara negara, aparat penegak hukum, dan masyarakat adalah kunci. Narkoba tidak mengenal batas wilayah, suku, atau status sosial. Hanya dengan semangat gotong royong nasional, kita bisa menutup semua celah penyebarannya,” pungkas Firman. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

KPK Periksa Dua Pejabat BI dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR dan PSBI 2020–2023

DCNews, Jakarta — Upaya penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan dana...

BTN Dorong Akses Data SLIK Lebih Detail, Soroti Debitur dengan Puluhan Pinjaman Macet

DCNews, Jakarta - Di tengah upaya pemerintah memperluas akses...

Market Brief Hari Ini: Emas Tetap Kuat, Minyak Naik, Saham Teknologi Cetak Rekor Baru

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global hari ini (Kamis,...

Ancaman PHK Massal di Pulau Jawa Capai 9.000 Pekerja, Efek Domino Konflik Global dan Lesunya Industri

DCNews, Jakarta — Gelombang ketidakpastian ekonomi global mulai terasa...