DCNews, Jakarta — Pertarungan dua pelatih bertolak belakang akan tersaji dini hari nanti, Minggu (2/11/2025) pukul 02.45 WIB, ketika AC Milan menjamu AS Roma pada lanjutan Serie A. Laga ini bukan sekadar soal perebutan tiga poin, melainkan adu kecerdikan antara Massimiliano Allegri dan Gian Piero Gasperini dalam meracik strategi untuk mempertahankan momentum tim masing-masing.
Milan, yang baru kembali dipoles Allegri musim ini, masih mencari konsistensi setelah gagal menjaga keunggulan dalam dua laga terakhir. Hasil imbang melawan Pisa dan Atalanta memperlihatkan bahwa Rossoneri belum menemukan kestabilan permainan yang menjadi ciri khas Allegri di masa lalu.
“Allegri harus menemukan solusi untuk menjaga keunggulan dan tidak kehilangan poin penting,” tulis La Gazzetta dello Sport, menyoroti tantangan utama sang pelatih.
Masalah semakin kompleks dengan kondisi skuad yang pincang. Santiago Gimenez diragukan tampil akibat cedera ringan, sementara Adrien Rabiot dan Christian Pulisic masih absen. Pilihan di lini tengah dan depan menjadi terbatas, memaksa Allegri memutar otak untuk menjaga keseimbangan tim.
Di sisi lain, AS Roma di bawah Gian Piero Gasperini tampil dengan pendekatan yang jauh lebih matang dari reputasinya sebagai pelatih ofensif. Musim ini, Gasperini mengandalkan keseimbangan permainan dan efisiensi hasil untuk menjaga Roma tetap bersaing di papan atas.
Gaya permainan Serigala Ibu Kota mungkin tak semenarik tim-tim Gasperini sebelumnya, tetapi efektivitasnya terbukti. Roma kini berada di posisi kedua klasemen Serie A, hanya kalah selisih gol dari Napoli.
Kemenangan tipis 2-1 atas Parma tengah pekan lalu memperlihatkan kedewasaan taktik Gasperini dalam membaca situasi. Namun, ia juga menghadapi masalah serupa di lini depan. Evan Ferguson, penyerang pinjaman dari Brighton, masih absen karena cedera pergelangan kaki, sementara Angelino belum bisa dimainkan. Rotasi pun menjadi senjata utama Gasperini untuk menjaga keseimbangan tim tanpa kehilangan ritme permainan.
Laga di San Siro ini akan menjadi cermin dua filosofi besar Serie A modern: kehati-hatian struktural ala Allegri versus kedewasaan taktis ala Gasperini. Siapa pun yang mampu menjaga kestabilan di 90 menit krusial nanti, berpeluang mempertegas identitasnya di papan atas musim ini. ***

