Tips Agar Tak Terjebak Pinjaman Online dan Teror dari Debt Collector

Date:

Oleh: Asep Dahlan (Konsultan Keuangan juga pendiri Dahlan Consultant dan Edukator Literasi Finansial)

DCNewd — Di tengah derasnya tawaran pinjaman online (pinjol) yang menjanjikan kemudahan dan kecepatan, banyak masyarakat justru terperangkap dalam lingkaran utang dan tekanan dari debt collector. Tidak sedikit kasus muncul di mana penagihan dilakukan dengan cara intimidatif, bahkan melanggar privasi.

Menurut konsultan keuangan Asep Dahlan, akar persoalan ini bukan hanya pada maraknya pinjol ilegal, tetapi juga rendahnya literasi keuangan dan digital masyarakat. “Banyak orang tergoda karena kebutuhan mendesak, tanpa memahami konsekuensi bunga, biaya administrasi, dan risiko data pribadi yang disebar,” ujarnya.

1. Bedakan Pinjol Legal dan Ilegal

Langkah pertama, kata Asep, adalah memastikan legalitas penyedia pinjaman. Hanya pinjol yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki mekanisme penagihan sesuai etika dan hukum.

“Jangan pernah meminjam dari aplikasi yang tidak terdaftar di OJK. Itu sama saja seperti menyerahkan data pribadi kepada pihak yang tak bisa dimintai pertanggungjawaban,” tegas Asep.

Daftar resmi pinjol legal bisa dicek melalui situs OJK atau call center 157. Masyarakat disarankan memperbarui informasi ini secara berkala karena banyak aplikasi ilegal berganti nama untuk mengelabui pengguna.

2. Kendalikan Emosi dan Komunikasi dengan Debt Collector

Bagi yang sudah terlanjur terjerat pinjol, Asep menyarankan untuk tetap tenang dan komunikatif.

“Jangan takut, tapi juga jangan melawan dengan emosi. Simpan semua bukti komunikasi, baik pesan maupun rekaman, sebagai bukti jika terjadi pelanggaran hukum,” ujarnya.

Jika debt collector melakukan ancaman atau penyebaran data pribadi, korban bisa melapor ke OJK, Kepolisian, atau Satgas Waspada Investasi. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi kini juga memberi dasar hukum bagi korban untuk menuntut pelaku penagihan ilegal.

3. Negosiasi dan Restrukturisasi Utang

Asep menekankan pentingnya membangun komunikasi resmi dengan penyedia pinjaman legal untuk mencari solusi bersama.

“Kalau tidak mampu membayar penuh, ajukan restrukturisasi atau keringanan cicilan. Lembaga keuangan yang legal pasti membuka ruang negosiasi,” katanya.

Hindari menambah pinjaman baru untuk menutup pinjaman lama — ini hanya menunda masalah dan memperburuk kondisi keuangan pribadi.

4. Bangun Literasi Keuangan dan Digital Sejak Dini

Asep menilai, edukasi finansial harus dimulai dari rumah. Orang tua perlu menjadi contoh dan benteng pertama dalam mengelola uang dan menghindari pinjaman konsumtif.

“Anak-anak sekarang lebih digital dari orang tuanya, tapi belum tentu lebih bijak secara finansial. Literasi digital harus dibarengi dengan literasi keuangan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak asal mengklik tautan promosi pinjol di media sosial. “Jangan tergiur iklan seperti ‘pinjam 5 juta cair dalam 5 menit’. Itu umpan yang bisa menyeret pada jeratan panjang,” tambahnya.

5. Buat Perencanaan Keuangan Darurat

Terakhir, Asep menyarankan setiap keluarga memiliki dana darurat minimal tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Tujuannya agar tidak bergantung pada pinjol saat terjadi krisis atau kebutuhan mendadak.

“Kedisiplinan finansial adalah benteng terbaik menghadapi godaan pinjaman instan,” tutup Asep.

Kesimpulan

Pinjaman online bisa menjadi solusi sementara jika digunakan dengan bijak dan dari sumber yang legal. Namun tanpa literasi keuangan, pinjol justru berubah menjadi jerat utang yang menekan.

Pesan Asep Dahlan sederhana namun kuat: “Utang boleh, asal sadar risikonya. Jangan sampai hidup kita dikendalikan oleh tagihan.” ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puan Buka Masa Sidang DPR, Tekankan Mitigasi Bencana dan Penerapan KUHP Baru

DCNews, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa...

Pemerintah Blokir Sementara Grok di Platform X, DPR Desak Moderasi Ketat Konten AI

DCNews, Jakarta — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan...

Fahri Hamzah Buka Dapur Kekuasaan: Dari DPR ke Eksekutif, Prabowo Dinilai Presiden Paling Mandiri

DCNews, Jakarta — Perpindahan Fahri Hamzah dari dunia parlemen...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Kompak, Galeri24 dan UBS Melonjak hingga Rp65 Ribu per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan di Pegadaian...