Kasus Siswa SMP Terjerat Pinjol dan Judol, Bukti Kegagalan Sistem Pendidikan Digital di Indonesia

Date:

DCNews, Jakarta — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti, menilai kasus siswa SMP di Kulon Progo yang terjerat pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) mencerminkan kegagalan sistem pendidikan dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

“Ketika anak SMP sudah mengenal dan terjerat judol serta pinjol, itu berarti ada yang sangat keliru dalam cara kita mendidik dan membimbing generasi muda,” kata Esti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/10/2025), menanggapi temuan seorang siswa SMP di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang tidak masuk sekolah selama sebulan karena terlilit utang pinjol hingga Rp4 juta akibat kecanduan judi online.

Menurut.Esti, sistem pendidikan nasional terlalu fokus pada ujian dan nilai akademik, sementara kemampuan bertahan di dunia digital justru diabaikan. “Sekolah hari ini masih sibuk menyiapkan anak untuk ujian, bukan untuk bertahan di dunia digital yang penuh jebakan algoritma dan komersialisasi perilaku,” ujarnya.

Pendidikan Karakter Harus Adaptif terhadap Risiko Digital

Esti mendesak pemerintah untuk memperkuat literasi digital dan pendidikan karakter di sekolah. Ia menilai literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan gawai, tetapi juga kesadaran terhadap risiko yang tersembunyi di balik layar.

“Negara harus mengakui bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan memakai gawai, tetapi kemampuan membaca bahaya di balik layar,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai pendidikan karakter di sekolah selama ini masih bersifat teoretis. Ia mengusulkan agar pendidikan karakter direformulasi menjadi “pendidikan karakter berbasis risiko digital”, yang membekali anak memahami konsekuensi finansial dan psikologis dari aktivitas daring seperti judi online, microtransaction, dan pinjaman digital.

“Menanamkan kontrol diri dan kesadaran digital sejak dini penting dilakukan untuk mengantisipasi krisis karakter nasional di masa depan,” ujarnya.

Krisis Literasi Digital dan Pengawasan Sosial

Esti menilai fenomena anak sekolah terjerat judi online dan pinjol bukan hanya soal moral individu, tetapi juga akibat lemahnya sistem sosial dan pendidikan yang belum adaptif terhadap arus digitalisasi.

“Keterlibatan anak-anak dalam praktik judi online tidak bisa dilihat sebagai kegagalan moral individu semata, tetapi juga sebagai konsekuensi dari sistem pendidikan yang belum siap menghadapi tantangan digital,” ujarnya.-

Kasus di Kulon Progo Jadi Alarm Nasional

Kasus yang menimpa siswa SMP di Kulon Progo ini pertama kali terungkap setelah sekolah melaporkan ketidakhadiran siswa selama sebulan tanpa keterangan. Setelah diselidiki, diketahui siswa tersebut malu datang ke sekolah karena memiliki utang kepada teman-temannya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto, menjelaskan bahwa siswa tersebut menggunakan uang pinjaman dari teman-temannya untuk melunasi utang pinjol yang mencapai Rp4 juta. “Penyebabnya karena takut tidak bisa membayar uang yang dipinjam dari teman-temannya,” kata Nur, Senin kemarin (27/10/2025).

Dari hasil pemeriksaan, siswa kelas VIII itu awalnya hanya bermain gim daring sebelum akhirnya terjerumus ke dalam praktik judi online berbayar. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Respons AFPI atas Kasus Indosaku: PT TIN Diproses untuk Dikeluarkan

DCNews, Jakarta — Asosiasi industri fintech Indonesia bergerak cepat...

May Day di Monas, Prabowo Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Buruh dan Perlindungan Kerja

DCNews, Jakarta — Ribuan buruh yang memadati kawasan Monumen...

Puan Maharani: Aturan Outsourcing Baru Jangan Ciptakan Ketidakpastian Kerja Baru

DCNews, Jalarta — Di tengah peringatan Hari Buruh Internasional 2026...

Lonjakan Gagal Bayar Pinjol di Kalangan Anak Muda Picu Alarm Nasional, Pakar Soroti Kegagalan Literasi Keuangan

DCNewa, Gorontalo — Di tengah pesatnya penetrasi layanan keuangan...