Rupiah Melemah ke Rp16.635 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sentimen Global dan Keputusan BI

Date:

DCNews, Jakarta Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (23/10/2025), di tengah tekanan eksternal yang meningkat dan keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan. Investor juga mencermati dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan AS–Venezuela dan rencana pertemuan dagang AS–China.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp16.623 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB, dan terus melemah hingga Rp16.635 per dolar AS pada pukul 10.15 WIB, turun 0,30% atau 49 poin. Sementara itu, indeks dolar AS justru menguat 0,15% ke posisi 99,05.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp16.580–Rp16.610 per dolar AS. Menurutnya, pergerakan mata uang Garuda masih akan dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik.

“Investor tengah menunggu hasil perundingan dagang AS–China yang berlangsung di Malaysia pekan ini, serta menanti arah kebijakan dari Washington terkait penutupan sebagian pemerintahan AS yang sudah memasuki hari ke-21,” ujar Ibrahim dalam riset hariannya.

Ketegangan Global Tekan Pasar

Situasi geopolitik kian memanas setelah AS melakukan serangan terhadap kapal Venezuela di perairan internasional. Sekelompok pakar independen PBB menyebut aksi itu sebagai “eksekusi di luar hukum” dan berpotensi memperburuk ketegangan di pasar minyak global.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimismenya bisa mencapai kesepakatan dagang “yang adil” dengan Presiden China Xi Jinping saat keduanya dijadwalkan bertemu di Korea Selatan pekan depan. Namun, rencana pertemuan puncak antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin ditunda, menambah ketidakpastian arah diplomasi AS.

Kebijakan BI Jaga Stabilitas

Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75%, dengan deposit facility tetap di 3,75% dan lending facility di 5,50%.
Ibrahim menilai langkah BI konsisten dengan perkiraan inflasi 2025–2026 yang tetap terjaga dalam kisaran target 2,5% ± 1%.

“Kebijakan BI menunjukkan sikap hati-hati di tengah tekanan eksternal dan potensi perlambatan ekonomi global,” kata Ibrahim.

Arah Perdagangan Selanjutnya

Dengan kombinasi faktor global yang belum mereda dan kebijakan moneter domestik yang cenderung bertahan, rupiah diperkirakan masih bergerak terbatas dalam jangka pendek. Pelaku pasar akan terus mencermati arah indeks dolar, perkembangan negosiasi dagang, serta pernyataan pejabat Gedung Putih terkait penutupan pemerintahan AS.

“Kunci stabilitas rupiah ada pada sentimen global jangka pendek dan koordinasi kebijakan fiskal-moneter yang solid di dalam negeri,” tambah Ibrahim. ***

Ringkasan Pergerakan Pagi Ini:

Waktu (WIB) Rupiah per USD Perubahan Indeks Dolar AS
09.05 Rp16.623 -0,23% 99,02
10.15 Rp16.635 -0,30% 99,05
Rabu (Penutupan) Rp16.585 +0,01% 98,99

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

MSCI Beri Sinyal Positif untuk Pasar Modal Indonesia, OJK Perkuat Reformasi

DCNews, Jakarta — Penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital...

Pelaku Penganiayaan Perempuan di Bandung Ditangkap, Rajiv Minta Polisi Usut Tuntas

DCNews, Jakarta — Penangkapan terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan...

5 Alternatif Pinjaman Selain Pinjol yang Legal dan Aman, Solusi Dana Cepat Tanpa Bunga Mencekik

DCNews, Jakarta — Kebutuhan dana mendesak sering kali datang tanpa...

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Juni 2026 Bertahan di Rp2,673 Juta per Gram, Investor Diminta Cermati Momentum

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...