DCNews, Jakarta — Di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah pada Jumat (17/10/2025), saham PT Indika Energy Tbk (INDY) justru menanjak tajam. Emiten energi terintegrasi milik konglomerat Arsyad Rasyid itu ditutup melonjak 5,37 persen ke posisi Rp2.550 per saham, menjadikannya salah satu penggerak positif di sektor energi.
Kinerja saham INDY sepanjang pekan lalu tampak impresif. Dari lima hari perdagangan, hanya sekali saham ini mencatat penurunan. Secara mingguan, harga INDY naik 12,83 persen, sementara dalam tiga bulan terakhir telah menanjak 89,59 persen.
Meski mengalami reli signifikan, valuasi saham ini masih relatif murah. Rasio price to book value (PBV) INDY berada di level 0,69 kali, artinya harga pasar saham masih lebih rendah dari nilai bukunya yang diperkirakan sekitar Rp3.700 per saham. Dengan demikian, saham Indika Energy masih diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.
Didorong Proyek Tambang Emas Awak Mas
Katalis utama kenaikan saham Indika Energy adalah proyek tambang emas Awak Mas yang tengah dikembangkan melalui anak usahanya, PT Masmindo Dwi Area. Proyek ini mencakup area seluas 14.390 hektare di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dan ditargetkan menjadi salah satu proyek emas terbesar di Indonesia Timur.
“Proyek Awak Mas Indika Energy (INDY) di Sulawesi Selatan ditargetkan memiliki kapasitas produksi 100–140 ribu ons per tahun,” tulis Sucor Sekuritas dalam risetnya.
Selain sektor emas, ekspansi Indika Energy ke energi baru terbarukan juga memperkuat sentimen positif pasar terhadap prospek jangka panjang emiten ini.
Analis Lihat Potensi Penguatan Lanjutan
Dalam laporan mingguan, BRI Danareksa Sekuritas menilai tren penguatan INDY masih solid. Saham ini disebut berhasil menembus level resistensi penting di kisaran Rp2.400–Rp2.500, dengan net foreign buy mencapai Rp82 miliar selama sepekan terakhir.
Broker tersebut memberikan rekomendasi beli (buy) dengan target harga pertama Rp2.730 dan target kedua Rp2.880, yang berarti potensi kenaikan sekitar 13 persen dari posisi saat ini. Sementara itu, batas stop loss disarankan di bawah Rp2.400 per saham.
“Momentum kenaikan Indika Energy masih ditopang oleh optimisme terhadap proyek emas dan diversifikasi bisnisnya dari batubara menuju mineral dan energi hijau,” tulis analis BRI Danareksa.
Grafik: Pergerakan Saham INDY Tiga Bulan Terakhir
📈 Performa Saham PT Indika Energy Tbk (INDY)
(Periode: Juli – Oktober 2025)
Rp 2.900 ┤ ╭──╮
Rp 2.700 ┤ ╭──╯ ╰──╮
Rp 2.500 ┤ ╭───╯ ╰──╮
Rp 2.300 ┤ ╭──╯ ╰──╮
Rp 2.100 ┤ ╭───╯ ╰─╮
Rp 1.900 ┤ ╭──╯ ╰╮
Rp 1.700 ┤ ╭──╯ ╰──╮
Rp 1.500 ┼─╯ ╰───
Juli Agustus September Oktober
Grafik menunjukkan tren kenaikan signifikan saham INDY dari kisaran Rp1.500 pada Juli menjadi Rp2.550 pada pertengahan Oktober 2025.
Dengan momentum positif di pasar dan sentimen kuat dari proyek emas Awak Mas, saham Indika Energy kini menjadi salah satu sorotan utama investor di sektor energi dan tambang mineral Indonesia. ***

