DCNews, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi dan penegakan keadilan ekonomi nasional selama setahun masa pemerintahannya. Hal ini tercermin dari langkah-langkah nyata dalam memotong dan merelokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) guna mengatasi kebocoran keuangan negara, serta program-program sosial untuk mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam wawancara di salah satu stasiun radio, Ahad (19/10/2025).
Menurut Fahri, pemangkasan dan relokasi besar-besaran dalam APBN dilakukan untuk mengakhiri penyalahgunaan dana negara selama ini. “Langkah ini merupakan upaya konkret untuk menutup celah kebocoran keuangan negara yang selama ini merugikan rakyat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Pemerintah di bawah Prabowo juga menegaskan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dengan cara tegas, termasuk pengambilalihan 3,7 juta hektar lahan yang diduga disalahgunakan tanpa membayar pajak. Pengambilalihan ini dilakukan tanpa beban biaya bagi negara. “Ini bukti ketegasan Presiden,” kata Fahri.
Fokus pengelolaan SDA kini bergeser ke sektor pertambangan migas dan mineral agar kekayaan alam benar-benar kembali ke tangan rakyat.Selain upaya antikorupsi dan pengelolaan SDA, Presiden Prabowo juga mengedepankan pengentasan ketimpangan sosial melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini, menurut Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu, bertujuan meningkatkan kecerdasan dan kesehatan anak-anak Indonesia, serta mengurangi angka stunting. “Intervensi gizi seperti ini penting agar kapasitas generasi muda kita tidak tertinggal,” terang Fahri.
Program MBG Diusahakan Maksimal
Presiden Prabowo sendiri mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk kasus keracunan makanan dan gangguan pencernaan. Namun, ia menegaskan program itu akan terus disempurnakan menuju “zero error” lewat penggunaan alat-alat terbaik untuk menjaga kebersihan dapur dan kualitas makanan.
“Walau sulit, kita harus berusaha maksimal agar program ini memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ucap Prabowo saat orasi ilmiah di wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Sabtu (18/10/2024.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan arah pemerintahannya yang tegas dalam memberantas kebocoran negara sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. ***

