DCNews, Jakarta — Satu tahun setelah mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 20 Oktober 2024 silam, Presiden Prabowo Subianto dinilai telah menapaki jalur konstitusional dalam menjalankan mandatnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dalam evaluasi satu tahun pemerintahannya, Prabowo menunjukkan kinerja signifikan di empat pilar tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945: melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Penilaian ini disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (19/10/2025) terkait kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dalam setahun.
Presiden Prabowo, menurut Kamrussamad, layak mendapat apresiasi tinggi terutama dalam memperkuat sektor pertahanan dan keamanan. Melalui alokasi anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebesar Rp247,5 triliun dan Polri Rp138,5 triliun, pemerintah fokus memodernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista) serta sarana kepolisian.
Terimasuk pengadaan jet tempur Rafale, kapal fregat FREMM Class, kapal selam Scorpene, dan rudal Khan disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat kedaulatan nasional. “Presiden Prabowo juga berhasil menjaga stabilitas politik dalam negeri melalui pelaksanaan Pilkada serentak 2024 yang berjalan aman dan demokratis di 545 daerah,” ujar Kamrussamad.
Ia menambahkan, pemerintah juga aktif menyelamatkan WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Asia Tenggara, sebagai bentuk tanggung jawab negara melindungi warganya.
Stabilitas Ekonomi
Di bidang ekonomi, capaian pemerintahan Prabowo disebut stabil dengan pertumbuhan 5 persen di tengah gejolak ekonomi global. Pada triwulan II-2025, ekonomi nasional bahkan tumbuh 5,12 persen, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan sektor pertanian. Angka kemiskinan pun turun signifikan dari 9,03 persen menjadi 8,03 persen atau berkurang 1,37 juta penduduk miskin.
“Pemerintah berhasil menjaga daya beli masyarakat melalui kombinasi program perlindungan sosial seperti PKH, BPNT, BSU, dan program bantuan pangan. Selain itu, penciptaan lapangan kerja baru mencapai 3,59 juta orang,” tulis Kamrussamad. Ia juga menyoroti komitmen anggaran besar untuk sektor kesehatan sebesar Rp132,4 triliun dan ketahanan pangan Rp81,2 triliun, serta pembangunan infrastruktur Rp170,1 triliun.
Dalam aspek pendidikan, Prabowo meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 31,2 juta penerima manfaat hingga Oktober 2025. Selain itu, pemerintah mendirikan 165 Sekolah Rakyat, 16 Sekolah Unggul Garuda, serta menaikkan tunjangan guru dan dosen. Anggaran pendidikan mencapai 20 persen APBN atau Rp724,3 triliun dengan realisasi Rp411,7 triliun hingga kuartal ketiga 2025.
Diplomasi Globa
Sementara dalam diplomasi global, Prabowo dinilai sukses mengembalikan reputasi Indonesia di pentas dunia. Melalui sikap tegas di Sidang Umum PBB dan partisipasi dalam KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Indonesia menunjukkan komitmen kuat terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia. Bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS juga disebut membuka peluang ekonomi strategis, termasuk akses pendanaan dari New Development Bank (NDB).
Kamrussamad menilai, capaian tahun pertama pemerintahan Prabowo menunjukkan kesesuaian dengan amanat konstitusi dan menjadi pondasi bagi tahun kedua masa jabatan. Pemerintah telah menyiapkan delapan agenda prioritas 2026, mencakup ketahanan pangan dan energi, pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, pembangunan desa, koperasi dan UMKM, pertahanan semesta, serta akselerasi investasi dan perdagangan global, dengan dukungan APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.
“Capaian tahun pertama ini adalah fondasi kuat menuju Indonesia yang lebih sejahtera, berdaulat, dan bermartabat di mata dunia,” pungkasnya. ***

