DCNews, Jakarta — PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan penurunan jumlah karyawan signifikan hingga pertengahan 2025. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, jumlah tenaga kerja per 30 Juni 2025 tercatat sebanyak 4.068 orang, turun dari 4.548 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, dalam enam bulan terakhir, sebanyak 480 karyawan meninggalkan perusahaan.
Sepanjang semester pertama tahun ini, beban karyawan juga menurun menjadi Rp967,53 miliar, dari sebelumnya Rp1,28 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Rinciannya, Rp354,15 miliar digunakan untuk biaya produksi, Rp449,91 miliar untuk pemasaran dan penjualan, serta Rp163,47 miliar untuk beban umum dan administrasi.
Menanggapi penurunan jumlah karyawan tersebut, Direktur Utama Unilever Indonesia Benjie Yap menegaskan bahwa langkah efisiensi dilakukan sebagai bagian dari transformasi bisnis dan penguatan sumber daya manusia.
“Fokus kami adalah memperkuat kemampuan SDM dan mentransformasi bisnis bersama-sama. Kami terus mengembangkan inovasi dan semangat kerja tinggi untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Benjie dalam keterangan tertulis, Rabu (15/10/2025).
Benjie menambahkan, perubahan dalam struktur organisasi merupakan konsekuensi dari upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi jangka panjang.
“Kami memahami akan ada pro dan kontra dalam setiap fungsi saat kami memperkuat budaya kerja berbasis energi dan kesuksesan bisnis,” ujarnya.
Efisiensi Berlanjut Lima Tahun Terakhir
Dalam lima tahun terakhir, Unilever Indonesia tercatat konsisten melakukan efisiensi jumlah tenaga kerja. Berdasarkan laporan tahunan, jumlah karyawan terus menurun dari 5.222 orang pada 2020, menjadi 4.949 orang pada 2021, 4.849 orang pada 2022, 4.589 orang pada 2023, dan 4.266 orang pada 2024. Hingga semester I-2025, jumlahnya kembali berkurang menjadi 4.068 orang.
Unilever Angkat Direktur SDM Baru
Di tengah isu pengurangan tenaga kerja, Unilever Indonesia mengumumkan pengangkatan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) baru, yakni Hendri Widiarta, menggantikan Willy Saelan yang mengundurkan diri. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (15/10/2025).
“Mengangkat Hendri Widiarta sebagai direktur perseroan efektif sejak 15 Oktober 2025 sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan 2026,” ujar Corporate Secretary Unilever Indonesia, Padwestiana, dalam keterangan resmi.
Sebelum bergabung dengan Unilever, Hendri Widiarta menjabat sebagai Senior Vice President Human Resources Asia Pasifik di B. Braun, dan memiliki pengalaman panjang di bidang SDM di berbagai perusahaan besar, termasuk SC Johnson, RGE Group (APRIL dan Pacific Oil & Gas), serta PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
Dividen Tetap Jalan di Tengah Efisiensi
Meski tengah melakukan efisiensi, Unilever Indonesia memastikan komitmen pembagian dividen kepada pemegang saham tetap berjalan. Perseroan berencana mengumumkan kinerja keuangan kuartal III-2025 pada pekan depan.
“Kami berkomitmen memberikan 100% laba kepada pemegang saham dan tetap akan membagikan dividen tahun depan, sebagaimana komitmen kami tahun ini,” tegas Benjie Yap.
Langkah Unilever ini menunjukkan strategi menyeimbangkan efisiensi internal dengan tanggung jawab terhadap investor, di tengah perubahan besar dalam lanskap bisnis dan ketenagakerjaan. ***

