DCNews, Jakarta — Industri pinjaman online (pinjol) di Indonesia tumbuh bak jamur di musim hujan. Namun, di balik pertumbuhan pesat itu, ada satu indikator yang sering kali luput dari perhatian publik, tetapi justru menentukan sehat-tidaknya sebuah platform: TKB90 atau Tingkat Keberhasilan Bayar 90 Hari.
Menurut Asep Dahlan, pendiri Dahlan Consultant, TKB90 ibarat “rapor kesehatan” pinjol. “TKB90 bukan sekadar statistik. Ia adalah ukuran kredibilitas. Kalau nilainya tinggi, pinjol itu sehat. Kalau rendah, risiko bagi investor dan peminjam meningkat drastis,” jelas Asep dihubungi DCNews, Rabu (17/9/2025).
Apa Itu TKB90?
TKB90 mengukur persentase pinjaman yang berhasil dilunasi dalam waktu 90 hari setelah jatuh tempo.
Rumus sederhananya:
TKB90 = 100% – TKW90
Di mana TKW90 (Tingkat Wanprestasi 90 Hari) adalah jumlah pinjaman macet lebih dari 90 hari dibandingkan dengan total pinjaman.
“Dengan begitu, TKB90 memberi gambaran nyata seberapa besar kemampuan peminjam mengembalikan kewajiban,” kata Asep.
Lebih dari Sekadar Angka
Di atas kertas, skor TKB90 di atas 90 persen menunjukkan portofolio pinjaman yang sehat. Namun, dampaknya jauh lebih luas, yakni bagi perusahaan pinjol akan jadi dasar penentuan bunga, batas kredit, hingga seleksi calon peminjam.
Sedang bagi investor sendiri, menjadi tolok ukur transparansi, yang bisa meningkatkan atau menurunkan kepercayaan. Sementara itu bagi peminjam, akan menjaga skor kredit sekaligus menghindarkan diri dari jeratan bunga menumpuk.
“TKB90 berfungsi sebagai kompas. Tanpa itu, baik investor maupun peminjam berjalan dalam kabut,” kata Asep.
Regulasi dan Risiko
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mewajibkan standar pengawasan berbasis TKB90. Jika suatu platform mencatat skor di bawah 80 persen, risikonya cukup berat: pembatasan operasional, penangguhan, bahkan pencabutan izin.
Menurut Asep, kebijakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan terhadap konsumen dan cara menjaga kepercayaan publik. “Jika dibiarkan, pinjol dengan TKB90 rendah akan merusak ekosistem. Pada akhirnya, masyarakat yang jadi korban,” tegasnya.
Tiga Langkah Praktis untuk Publik
Agar tidak terjebak dalam risiko pinjol, Asep menyarankan masyarakat untuk selalu melakukan tiga hal berikut sebelum meminjam. Pertama, cek TKB90 di situs resmi atau laporan publikasi platform.
Langkah kedua, pastikan legalitas dengan memilih pinjol berizin OJK. Terakhir, yakni langkah ketiga, pinjam sesuai kapasitas, bukan hanya untuk kebutuhan sesaat.
Perspektif Lebih Luas
Lonjakan penggunaan pinjaman digital di Indonesia membuat literasi keuangan semakin penting. TKB90 memang bisa membantu memilah platform sehat dari yang berisiko, tetapi kesadaran finansial tetap menjadi kunci.
“TKB90 itu penting, tapi kesadaran finansial lebih penting lagi,” pungkas Asep, yang akrab disapa Kang Dahlan. ***

