DCNews, Jakarta – Konsultan keuangan Asep Dahlan mengajak masyarakat memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan meneladani sikap sederhana dan amanah Rasulullah, terutama di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan saat ini.
Menurut Asep, perayaan Maulid Nabi bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan nilai-nilai hidup Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengelola keuangan.
“Kesederhanaan, amanah, dan kepedulian Nabi Muhammad bisa menjadi pedoman bagi kita menghadapi ketidakpastian ekonomi global maupun domestik. Banyak orang terjebak pola konsumtif, padahal prinsip hidup Rasulullah adalah menggunakan harta secara bijak untuk kebutuhan yang bermanfaat,” ujar Asep, Jumat (5/9/2025).
Pendiri Dahlan Consultant itu menilai, situasi ekonomi nasional saat ini menghadapi tekanan, baik dari fluktuasi harga pangan, pelemahan nilai tukar, hingga dampak perlambatan ekonomi global. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak mengatur pengeluaran, memperkuat tabungan, serta menghindari utang konsumtif.
“Di tengah kondisi yang tidak pasti, kita bisa belajar dari Rasulullah yang selalu mengutamakan keadilan dan keberkahan dalam setiap transaksi. Prinsip ini relevan untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga maupun bisnis,” tambahnya.
Asep juga menekankan pentingnya memperkuat solidaritas sosial melalui sedekah dan zakat, sebagai wujud nyata meneladani akhlak Nabi dalam membantu sesama. Menurutnya, praktik tersebut bukan hanya ibadah, tetapi juga mekanisme ekonomi umat yang efektif dalam menjaga daya beli masyarakat kecil.
“Maulid Nabi adalah pengingat bahwa keberkahan harta bukan terletak pada banyaknya, melainkan pada manfaat dan keberlanjutannya. Di sinilah kita harus menyeimbangkan antara perencanaan keuangan modern dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah,” imbuhnya.
Diakui bahwa pola konsumtif masih jadi tantangan besar. Namun, dengan meneladani Rasulullah, kita bisa belajar hidup sederhana, memprioritaskan kebutuhan pokok, memperkuat tabungan, serta memperbanyak sedekah.
“Itu bukan hanya ibadah, tapi juga solusi praktis menghadapi gejolak ekonomi,” kata Asep yang juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap jeratan utang konsumtif.
“Utang hanya boleh digunakan untuk hal produktif, bukan gaya hidup. Rasulullah mencontohkan bagaimana keuangan harus dikelola dengan penuh amanah dan keberkahan,” tutup Asep Dahlan. ***

