DCNews, Jakarta — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas menegaskan bahwa Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2025, harus menjadi momentum penting untuk mengingatkan negara bahwa ukuran kemajuan bukan dilihat dari tingginya gedung pencakar langit, melainkan dari terpenuhinya hak rakyat atas rumah layak.
“Negeri sejahtera bukan hanya soal dana, tapi anak-anak tumbuh di rumah nyaman. Bukan tinggi gedung tanda berjaya, melainkan rumah layak bagi semua,” kata Ibas dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Menurut legislator dari Fraksi Partai Demokrat itu, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi kesejahteraan, martabat, dan masa depan bangsa. Karena itu, tak seorang pun warga Indonesia seharusnya kehilangan tempat tinggal hanya karena tak mampu membeli rumah.
Backlog Perumahan Masih Tinggi
Ibas menyoroti kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan rumah. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 mencatat backlog kepemilikan rumah mencapai 9,9 juta unit, dengan 78,87 persen berada di wilayah perkotaan. Sementara backlog rumah tidak layak huni menyentuh 26,9 juta unit, di mana 56,64 persennya berada di kota.
“Kondisi itu, semakin berat dengan munculnya sekitar 700 ribu keluarga baru setiap tahun yang membutuhkan hunian. Sistem dan pasokan perumahan kita masih jauh tertinggal. Jika tidak ditangani, bonus demografi justru bisa menjadi beban sosial,” ujarnya lagi.
Hak Konstitusional Warga
Merujuk Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, Ibas menekankan bahwa hak atas tempat tinggal layak merupakan amanat konstitusi yang wajib diperjuangkan. Karena rumah layak untuk semua bukan slogan, melainkan wujud keadilan sosial.
“Rumah adalah hak dasar setiap warga negara,” tegas Ibas seraya mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi untuk menjawab tantangan besar di sektor perumahan.
Menurutnya, pembangunan perumahan tidak bisa hanya mengandalkan satu kementerian, tetapi harus melibatkan pemerintah pusat dan daerah, legislatif, BUMN, swasta, hingga partisipasi masyarakat.
“Kini, di bawah Presiden Prabowo, kita berharap ada perluasan cakupan, peningkatan kualitas, dan tata kelola perumahan yang lebih kuat,” tutup Ibas. ***

