Mayoritas Kepala Desa Tolak Dana Kopdes Merah Putih dari Pinjaman Himbara, Bhima Yudhistira: Khawatir Timbulkan Masalah Hukum dan Ekonomi

Date:

DCNews, Jakarta — Mayoritas kepala dan perangkat desa menolak rencana pemerintah membiayai Koperasi Desa Merah Putih (KMP) melalui pinjaman dari bank-bank Himbara –himpunan bank milik negara. Kekhawatiran akan gagal bayar dan potensi penyalahgunaan dana desa menjadi sorotan utama.

Kekhawatiran para pemangku kepentinga daerah ini diungkapkan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira melalui siaran pers tertulisnya, dikutip DCNews, Jumat (13/6/2025).

Bhima mengatakan, berdasarkan laporan lembaganya terungkap kalau sebanyak 76% perangkat desa menolak skema pembiayaan KMP melalui pinjaman Himbara yang dibebankan pada dana desa. Sebanyak 65% responden menilai tata kelola KMP rawan korupsi terselubung, sementara 46% memperingatkan potensi konflik di tingkat desa, dan 35% mencurigai adanya agenda politik dalam program ini.

“Alasannya soal kekhawatiran gagal bayar pinjaman Kopdes MP yang akan berdampak langsung ke dana desa. Kalau dana desa berkurang, maka kepala desa takut disalahkan warganya,” ujarnya.

Selain itu, Bhima juga menyebut, banyak perangkat desa mengeluhkan minimnya informasi tentang mekanisme pencairan dan perjanjian hukum dalam program ini. Ia menegaskan, jika koperasi gagal bayar, maka konsekuensi hukumnya akan menyeret perangkat desa, yang tidak punya kendali penuh atas kebijakan itu.

Laporan Celios juga mencatat indikasi kuat kebocoran anggaran akibat program ini. Rata-rata kebocoran dana per desa diperkirakan mencapai Rp60 juta per tahun, dan total kebocoran nasional akibat KMP bisa menembus Rp4,8 triliun per tahun, yang menyusup ke ekonomi bawah tanah (underground economy).

Berisiko Tinggi

Pemerintah diketahui menggagas pendanaan KMP melalui pinjaman sebesar Rp3 miliar per koperasi desa dari bank-bank anggota Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Dana itu akan dicicil melalui keuntungan koperasi, namun akan dipotong langsung dari alokasi dana desa apabila tidak terpenuhi.

Dalam penilaian Celios, skema ini berisiko tinggi menimbulkan instabilitas fiskal. Peneliti Celios, Galau D. Muhammad menegaskan, pemotongan langsung dana desa untuk membayar cicilan KMP membuka peluang besar penyimpangan dan melemahkan daya dukung keuangan desa.

“Dalam berbagai verbatim yang kami catat, banyak perangkat desa menyampaikan bahwa praktik simpan pinjam sangat sulit dalam hal pengembalian. Karena masyarakat menilai ini sebagai fasilitas negara yang tak perlu dikembalikan,” kata Galau.

Kondisi ini, lanjutnya, memperbesar risiko gagal bayar koperasi, yang pada akhirnya tidak hanya membebani desa tetapi juga membahayakan sistem perbankan nasional. Menurut Galau, bank Himbara berpotensi mengalami tekanan serius, mulai dari penurunan simpanan hingga lonjakan kredit bermasalah.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat Non-Performing Loan (NPL) perbankan meningkat dari 2,08% pada Desember 2024 menjadi 2,17% pada Maret 2025. Sementara itu, Loan at Risk naik dari 9,28% menjadi 9,86% pada periode yang sama, menandakan memburuknya kualitas kredit secara umum.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, lebih lajut Bhima Yudhistira menyarankan agar pemerintah menunda implementasi Koperasi Desa Merah Putih, demi menghindari beban tambahan bagi desa dan menjaga stabilitas fiskal nasional.

“Celios merekomendasikan agar program Kopdes MP ditunda,” tegas Bhima. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Market Brief Hari Ini: Emas Tetap Kuat, Minyak Naik, Saham Teknologi Cetak Rekor Baru

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global hari ini (Kamis,...

Ancaman PHK Massal di Pulau Jawa Capai 9.000 Pekerja, Efek Domino Konflik Global dan Lesunya Industri

DCNews, Jakarta — Gelombang ketidakpastian ekonomi global mulai terasa...

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Serempak di Pegadaian, Ini Analisis Peluang Investasi 2026

DCNews, Jakarta - Kenaikan harga emas kembali terjadi di...

Senator Graal Dorong “Politik Gagasan” untuk Atasi Krisis Demokrasi di Indonesia

DCNews, Ternate — Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kualitas demokrasi...