DCNews, Jakarta — Lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda Indonesia sejak awal 2025 dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menebar jebakan lowongan kerja (loker) palsu. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya pencari kerja, modus penipuan rekrutmen online mencatat kenaikan hingga 50 persen dalam dua tahun terakhir.
Peringatan ini disampaikan oleh akun resmi Instagram @siberpoldametrojaya, Jumat (6/6/2025), yang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang mencurigakan, terutama yang mengharuskan pembayaran uang muka atau menawarkan gaji tidak realistis.
“Penipuan lowongan kerja semakin marak, apalagi setelah gelombang PHK terjadi di berbagai sektor. Masyarakat harus lebih kritis dan tidak mudah tergiur iming-iming pekerjaan instan,” tulis unggahan tersebut.
Fenomena serupa tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara lain juga menghadapi peningkatan kasus serupa, menandai pola global dalam eksploitasi ekonomi digital yang tidak diawasi ketat.
Untuk membantu masyarakat tetap aman saat mencari kerja secara daring, berikut sejumlah langkah yang disarankan oleh otoritas siber:
Tips Aman Mencari Pekerjaan Online
1. Verifikasi Kredibilitas Perusahaan
Pastikan perusahaan terdaftar secara resmi dan memiliki situs web profesional. Cari ulasan dari karyawan atau mantan pegawai di platform seperti LinkedIn atau Glassdoor.
2. Jangan Pernah Membayar untuk Melamar
Rekrutmen resmi tidak memungut biaya apa pun. Waspadai jika Anda diminta mentransfer uang untuk pelatihan, seragam, atau administrasi.
3. Periksa Alamat Email dan Situs Web
Email resmi perusahaan biasanya menggunakan domain profesional, bukan akun gratis seperti Gmail atau Yahoo. Situs web palsu sering kali tidak memiliki fitur keamanan seperti HTTPS.
4. Lindungi Data Pribadi Anda
Berhati-hatilah dalam membagikan informasi sensitif seperti KTP, NPWP, atau nomor rekening. Data ini seharusnya hanya diberikan setelah proses seleksi dinyatakan selesai dan Anda resmi diterima.
Dengan meningkatnya tekanan ekonomi, penting bagi pencari kerja untuk tetap rasional dan kritis terhadap setiap tawaran pekerjaan. Di era digital ini, kehati-hatian adalah kunci untuk menghindari jebakan siber yang terus berkembang. ***

