DCNews, Jakarta – Di tengah gema takbir dan aroma khas Iduladha yang menyelimuti udara pagi, konsultan keuangan Asep Dahlann, menyampaikan pesan yang tak biasa. Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak mengadaikan masa depan keluarga –dengan mencari utangan– hanya demi tampil mampu berkurban.
“Ingat ! Kurban bukan tentang gengsi sosial, tapi tentang keikhlasan. Jangan korbankan hidup anda pada jerat pinjaman online,” imbuh Asep Dahlan melalui keterangan tertulisnya, Jumat (6/6/2025).
Pernyataan itu disampaikan setelah Asep menerima laporan adanya peningkatan kasus warga yang mengambil pinjaman online (pinjol) ilegal untuk membeli kambing atau sapi kurban menjelang hari raya. Bahkan, berdasarkan data dari Satgas Waspada Investasi, ada lonjakan 22% pengaduan terkait pinjol pada pekan terakhir menjelang Iduladha 2025.
Beberapa warga mengaku tergoda oleh iklan pinjol bertema “Kurban Tanpa Ribet” yang menyebar lewat media sosial dan aplikasi pesan instan. Namun, kenyataannya, banyak dari mereka kini harus menghadapi tekanan pembayaran dan ancaman penagihan.
“Kurban yang dibiayai utang berbunga tinggi bukanlah bentuk ibadah yang dianjurkan. Itu bisa menjadi beban, bukan keberkahan,” ujar Kang Dahlan, sapaan akrab pendiri Dahlan Consultant itu lagi.
Ia menekankan, dalam Islam, berkurban hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu. Bagi yang belum bisa, pahala tetap tersedia lewat berbagai bentuk ibadah dan sedekah lain.
Asep menutup seruannya dengan harapan agar umat Islam memaknai Iduladha sebagai momentum refleksi sosial dan spiritual, bukan sekadar ritual tahunan.
“Yang harus disembelih bukan cuma hewan, tapi juga sifat egois dan budaya konsumtif yang tidak sehat. Mari kembali ke nilai-nilai kesederhanaan dan tanggung jawab,” pungkasnya. ***

