DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian kembali melemah pada Jumat (12/6/2026), memperpanjang tren penurunan selama dua hari berturut-turut. Penurunan terjadi secara serentak pada produk emas Antam, UBS, dan Galeri24 di tengah dinamika pasar global yang memengaruhi pergerakan harga logam mulia.
Berdasarkan data laman Sahabat Pegadaian yang dikutip pada pukul 07.58 WIB, harga emas Antam turun menjadi Rp2.797.000 per gram, sementara emas UBS berada di level Rp2.676.000 per gram dan Galeri24 menjadi Rp2.663.000 per gram.
Jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya, ketiga produk tersebut mengalami koreksi harga. Pada Kamis (11/6/2026), emas Antam masih diperdagangkan di level Rp2.822.000 per gram, UBS Rp2.703.000 per gram, dan Galeri24 Rp2.690.000 per gram.
Penurunan ini menandai pelemahan harga emas ritel selama dua hari berturut-turut setelah sebelumnya sempat bergerak menguat mengikuti tren kenaikan harga emas dunia.
Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, dan emas Antam dipasarkan hingga ukuran 100 gram.
Daftar Harga Emas Pegadaian Jumat, 12 Juni 2026
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.397.000
- 1 gram: Rp2.663.000
- 2 gram: Rp5.263.000
- 5 gram: Rp13.059.000
- 10 gram: Rp26.049.000
- 25 gram: Rp64.771.000
- 50 gram: Rp129.440.000
- 100 gram: Rp258.751.000
- 250 gram: Rp645.289.000
- 500 gram: Rp1.290.577.000
- 1.000 gram: Rp2.581.152.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.451.000
- 1 gram: Rp2.797.000
- 2 gram: Rp5.531.000
- 3 gram: Rp8.271.000
- 5 gram: Rp13.749.000
- 10 gram: Rp27.441.000
- 25 gram: Rp68.471.000
- 50 gram: Rp136.859.000
- 100 gram: Rp273.637.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.447.000
- 1 gram: Rp2.676.000
- 2 gram: Rp5.311.000
- 5 gram: Rp13.123.000
- 10 gram: Rp26.107.000
- 25 gram: Rp65.139.000
- 50 gram: Rp130.011.000
- 100 gram: Rp259.920.000
- 250 gram: Rp649.608.000
- 500 gram: Rp1.297.690.000
Analisis Dahlan Consultant: Koreksi Harga Bisa Menjadi Momentum Akumulasi
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai penurunan harga emas dalam dua hari terakhir masih berada dalam kategori koreksi wajar dan belum mengubah prospek logam mulia sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, fluktuasi harga emas saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen global, termasuk pergerakan nilai tukar dolar AS, ekspektasi suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta aksi ambil untung investor setelah harga emas sempat mencetak rekor dalam beberapa bulan terakhir.
“Investor tidak perlu panik menghadapi koreksi jangka pendek. Justru bagi investor yang memiliki tujuan jangka panjang, penurunan harga seperti saat ini dapat menjadi momentum untuk melakukan akumulasi secara bertahap dengan strategi pembelian berkala atau dollar cost averaging,” kata Kang Dahlan.
Ia menambahkan, emas tetap menjadi salah satu aset yang relevan untuk diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, investor disarankan tidak menempatkan seluruh dana investasinya pada satu instrumen.
“Prinsip utama investasi tetap diversifikasi. Emas berfungsi sebagai pelindung nilai, tetapi investor juga perlu menyeimbangkannya dengan instrumen lain sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing,” ujarnya.
Kang Dahlan memperkirakan permintaan emas domestik masih berpotensi meningkat pada paruh kedua 2026 seiring tingginya minat masyarakat terhadap aset safe haven. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa volatilitas harga masih mungkin terjadi dalam jangka pendek sehingga investor perlu mengedepankan strategi investasi yang disiplin dan terukur. ***

