Film ‘Angkara Murka’: Ketika Horor Tambang Bertemu Nada Perlawanan Punk

Date:

DCNews, Jakarta — Film Angkara Murka, debut panjang dari sutradara Eden Junjung, menggandeng band punk asal Sukatani untuk mengisi soundtrack utama melalui lagu “Tumbal Proyek” — sebuah kolaborasi yang terjadi secara organik, namun menyatu secara tematik.

Lagu “Tumbal Proyek” yang baru saja dirilis Sukatani ternyata memiliki irisan kuat dengan narasi film Angkara Murka, yang mengeksplorasi kerasnya dunia pertambangan serta sisi gelap kekuasaan yang bersembunyi di balik retorika pembangunan.

“Saya memang penggemar karya-karya Sukatani. Saat mereka merilis lagu itu, saya langsung merasa cocok dengan atmosfer film ini. Saya hubungi mereka, dan responsnya sangat positif. Seperti sudah ditakdirkan,” ujar Eden Junjung dalam wawancara di Jakarta.

Film ini merupakan tonggak baru bagi Eden Junjung, yang sebelumnya dikenal lewat film pendeknya seperti Happy Family, Bura, dan The Intrusion—semuanya telah melanglang buana di berbagai festival film internasional. Dalam Angkara Murka, Eden mengangkat kegelisahan tentang pengorbanan manusia yang kerap dianggap biasa dalam roda pembangunan.

“Film ini lahir dari rasa gelisah terhadap bagaimana nyawa manusia seringkali menjadi tumbal kemajuan. Saya ingin memberi suara pada mereka yang terpinggirkan,” katanya.

Diproduksi oleh Forka Films—rumah produksi di balik film-film festival seperti Siti, Turah, Memories of My Body, dan Yuni—Angkara Murka juga menjadi film horor perdana mereka. Produser Ifa Isfansyah menyebut karya ini sebagai bentuk sinema sosial dengan pendekatan atmosferik dan spiritual.

“Kami ingin menyuguhkan horor yang bukan hanya mengguncang secara visual, tapi juga menyentuh kesadaran sosial. Eden menghadirkan napas baru dalam sinema horor Indonesia,” tutur Ifa.

Angkara Murka mengikuti kisah Ambar (Raihaanun), seorang ibu muda yang bekerja di tambang pasir untuk mencari suaminya, Jarot (Aksara Dena), yang hilang secara misterius di lokasi tersebut. Namun, Ambar tak hanya menghadapi medan berat tambang, melainkan juga kekuatan mistis dan korup yang menjaga tanah itu. Bersama Lukman (Simhala Avadana), ia berusaha mengungkap rahasia gelap yang selama ini dibungkam.

Film ini juga menampilkan penampilan kuat dari Whani Darmawan dan Rukman Rosadi. Bagi Raihaanun, pengalaman membintangi Angkara Murka tak sekadar akting. “Banyak adegan yang membuat saya menangis, bahkan setelah kamera berhenti. Ini bukan hanya peran—ini pengalaman batin,” ungkapnya.

Dengan pendekatan visual yang menggugah dan pesan sosial yang tajam, Angkara Murka tampak menjanjikan sebagai salah satu film horor yang tak hanya menakutkan, tetapi juga menyuarakan realitas yang terlalu lama dikubur. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ekonomi Indonesia Dinilai Akan Pulih Bertahap, Kang Dahlan Ajak Masyarakat Tetap Optimistis dengan Prabowo

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kekhawatiran sebagian masyarakat...

OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP, Permudah Akses Pembiayaan bagi 10.000 Peternak Sapi Perah

DCNews, Malang — Upaya memperluas akses pembiayaan formal bagi peternak...

Pinjol Ilegal Kian Meresahkan, DPR Dorong Koperasi Jadi Solusi Pembiayaan Aman bagi UMKM

DCNews, Jakarta — Di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin...

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Dua Hari Beruntun, Investor Diminta Cermati Momentum

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian...