DCNews, Jakarta – Didorong oleh perubahan perilaku finansial di kalangan generasi muda, platform dompet digital OVO menggandeng bank digital Superbank untuk meluncurkan OVO Nabung—fitur tabungan berbasis e-wallet pertama yang menggabungkan kemudahan transaksi digital dengan manfaat simpanan perbankan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh menuju ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif dan terintegrasi.
Chief Operating Officer OVO, Eddie Martono sebagaimana dikutip DCNews, Kamis (8/5/2025) menjelaskan, perubahan perilaku keuangan di kalangan Gen Z dan milenial kini mendorong redefinisi fungsi dompet digital. Tak hanya sebagai alat pembayaran, e-wallet mulai dilihat sebagai instrumen penyimpanan dana oleh generasi yang tumbuh bersama teknologi.
Riset dari Populix mencatat bahwa 54% dari generasi muda menggunakan bank digital terutama untuk mengisi saldo e-wallet. Data serupa juga ditunjukkan oleh survei JakPat semester kedua 2024, yang menyebutkan bahwa 94% Gen Z di Indonesia menggunakan e-wallet untuk transaksi daring dan luring, dengan 60% di antaranya menggunakan platform tersebut untuk menyimpan uang.
Merespons tren tersebut, lanjut Eddie Martono, OVO dan Superbank resmi memperkenalkan “OVO Nabung by Superbank”, sebuah produk yang disebut sebagai rek-wallet—penggabungan antara akun tabungan dan dompet digital. Produk ini diresmikan pada Rabu (7/5) dan diklaim sebagai inovasi yang memudahkan generasi muda dalam membentuk kebiasaan menabung secara digital.
“Kolaborasi ini hadir untuk menjawab kebutuhan generasi digital yang menginginkan fleksibilitas, kecepatan, dan kemudahan dalam mengelola keuangan,” ujar dia.
Pentingnya Inovasi
Hal sama juga disalaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Yanti Pusparini, yang menyambut baik kolaborasi antara pelaku e-wallet dan bank digital. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam instrumen pembayaran digital, terlebih dengan mayoritas demografi Indonesia didominasi oleh Gen Z dan milenial.
“Kami mendorong kolaborasi lintas pelaku industri sistem pembayaran untuk memperluas akses dan meningkatkan inklusi keuangan nasional,” kata Yanti.
Superbank sendiri melihat inisiatif ini sebagai peluang menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan, atau yang dikenal sebagai underbanked dan unbanked.
“Kita ingin menciptakan kebiasaan baru—yaitu menabung secara digital dengan cara yang sederhana,” ungkap Business Director Superbank, Sukiwan.
OVO Nabung hadir sebagai refleksi dari pergeseran besar dalam lanskap keuangan Indonesia. Dari sekadar alat transaksi, e-wallet kini bertransformasi menjadi pilar penting dalam literasi dan inklusi keuangan generasi muda. ***

