DCNews, Jakarta — Harga emas batangan pada perdagangan Sabtu, 9 Mei 2026, cenderung bergerak stabil di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian pada pukul 05.43 WIB, harga emas produksi Antam, Galeri24, dan UBS mayoritas tidak mengalami perubahan signifikan dibanding perdagangan sebelumnya.
Harga emas Antam tercatat turun tipis Rp1.000 menjadi Rp2.953.000 per gram dari sebelumnya Rp2.954.000 per gram. Sementara harga emas Galeri24 tetap bertahan di level Rp2.833.000 per gram dan emas UBS masih diperdagangkan di harga Rp2.892.000 per gram.
Pergerakan yang relatif stagnan tersebut mencerminkan pasar logam mulia yang sedang mencari sentimen baru setelah sebelumnya mengalami reli cukup tinggi akibat ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi nilai tukar dolar AS.
Harga emas sendiri dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global, termasuk pergerakan harga emas dunia, inflasi, kebijakan bank sentral, hingga kondisi geopolitik internasional.
Berikut rincian harga emas di Pegadaian hari ini:
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp1.529.000
- 1 gram: Rp2.953.000
- 2 gram: Rp5.843.000
- 5 gram: Rp14.529.000
- 10 gram: Rp29.001.000
- 25 gram: Rp72.371.000
- 50 gram: Rp144.659.000
- 100 gram: Rp289.237.000
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.486.000
- 1 gram: Rp2.833.000
- 2 gram: Rp5.597.000
- 5 gram: Rp13.889.000
- 10 gram: Rp27.704.000
- 25 gram: Rp68.889.000
- 50 gram: Rp137.668.000
- 100 gram: Rp275.200.000
- 250 gram: Rp686.310.000
- 500 gram: Rp1.372.618.000
- 1.000 gram: Rp2.745.235.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.564.000
- 1 gram: Rp2.892.000
- 2 gram: Rp5.739.000
- 5 gram: Rp14.182.000
- 10 gram: Rp28.217.000
- 25 gram: Rp70.402.000
- 50 gram: Rp140.515.000
- 100 gram: Rp280.918.000
- 250 gram: Rp702.089.000
- 500 gram: Rp1.402.528.000
Analisis Dahlan Consultant: Pasar Memasuki Fase Konsolidasi
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan menilai pergerakan emas yang mulai melandai menunjukkan pasar sedang memasuki fase konsolidasi setelah kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, kondisi ini masih menjadi momentum yang baik bagi masyarakat untuk melakukan akumulasi aset emas secara bertahap, terutama bagi investor jangka panjang. “Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan. Namun masyarakat tetap harus membeli sesuai kemampuan finansial dan tujuan investasinya,” ujar Kang Dahlan.
Ia juga mengingatkan investor untuk tidak hanya terpaku pada kenaikan harga jangka pendek, melainkan memperhatikan strategi diversifikasi aset agar risiko investasi tetap terjaga. ***

