DCNews, Jakarta — Pergerakan pasar global pada Sabtu, 9 Mei 2026, masih dibayangi ketegangan geopolitik Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta meningkatnya volatilitas di pasar komoditas dan mata uang. Investor global cenderung bersikap hati-hati meski indeks teknologi Wall Street, khususnya Nasdaq, masih menunjukkan penguatan berkat optimisme sektor kecerdasan buatan (AI) dan kinerja emiten teknologi.
Gold (Emas)
Harga emas dunia masih bergerak di level tinggi setelah permintaan aset safe haven meningkat akibat ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi dolar AS. Emas bertahan di atas level US$4.500 per troy ounce dan masih menjadi instrumen lindung nilai favorit investor global. Sentimen penguatan emas juga didorong pembelian bank sentral berbagai negara serta ekspektasi pasar terhadap potensi pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada semester kedua 2026.
Oil (Minyak)
Harga minyak mentah dunia mengalami volatilitas tajam dalam beberapa hari terakhir. Brent crude sempat menembus US$100 per barel akibat memanasnya ketegangan di Selat Hormuz, namun kemudian terkoreksi setelah muncul harapan adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, pasar energi masih rentan terhadap perubahan situasi geopolitik sehingga pelaku pasar tetap waspada terhadap risiko gangguan pasokan global.
EURUSD
Pasangan EUR/USD bergerak fluktuatif di tengah melemahnya sentimen dolar AS dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB). Euro sempat menguat setelah investor memperkirakan ECB akan lebih agresif memangkas suku bunga dibanding Federal Reserve. Namun penguatan euro masih tertahan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi kawasan Eropa.
GBPUSD
Poundsterling relatif stabil terhadap dolar AS meski Inggris menghadapi ketidakpastian politik domestik. GBP/USD masih bertahan di zona penguatan karena pasar menilai tekanan terhadap dolar AS mulai mereda. Investor juga menunggu arah kebijakan Bank of England terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi Inggris yang masih melambat.
USDJPY
Pergerakan USD/JPY masih sangat sensitif terhadap arah imbal hasil obligasi AS dan potensi intervensi pemerintah Jepang. Yen Jepang sempat menguat setelah pasar memperkirakan otoritas Jepang akan menjaga stabilitas mata uangnya di tengah volatilitas global. Namun dolar AS masih memiliki dukungan dari tingginya ketidakpastian geopolitik dan arus dana safe haven.
Nasdaq
Indeks Nasdaq kembali mencatat penguatan didorong reli saham-saham teknologi dan AI. Optimisme terhadap pertumbuhan laba perusahaan teknologi besar menjadi motor utama penguatan indeks. Investor masih melihat sektor teknologi sebagai sektor defensif yang memiliki prospek pertumbuhan kuat di tengah perlambatan ekonomi global.
Analisis Dahlan Consultant: Pasar ggobal Memasuki Fase “High Volatility with Selective Opportunity”.
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan menilai pasar global saat ini memasuki fase “high volatility with selective opportunity”. Menurutnya, investor perlu lebih disiplin dalam mengelola risiko karena pergerakan aset sangat dipengaruhi sentimen geopolitik dan kebijakan bank sentral dunia.
“Emas masih menjadi instrumen aman dalam jangka pendek, sementara saham teknologi seperti Nasdaq tetap menarik untuk investor agresif. Namun pasar minyak dan forex berpotensi bergerak liar sehingga investor sebaiknya menghindari keputusan spekulatif berlebihan,” ujar Kang Dahlan. ***

