DCNews, Banjarmasin — Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy, memuji kinerja Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan setelah pengungkapan besar peredaran narkotika, sekaligus mendorong aparat konsisten menjaga momentum pemberantasan kejahatan terorganisir di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan reses ke Polda Kalimantan Selatan, Kamis, Habib Aboe Bakar menyoroti keberhasilan aparat menyita dan memusnahkan 75,2 kilogram sabu serta 15.742 butir ekstasi—operasi yang disebutnya sebagai salah satu capaian signifikan dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda dan seluruh jajaran. Ini bukan sekadar angka, tetapi upaya nyata menyelamatkan ribuan generasi muda dari bahaya narkoba,” kata Habib Aboe Bakar dalam pertemuan yang berlangsung di Markas Polda Kalsel.
Kunjungan tersebut diterima oleh Kapolda Kalsel Winarto bersama jajaran pejabat utama. Pertemuan membahas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk tantangan peredaran narkotika yang menjadikan Kalimantan Selatan sebagai salah satu jalur strategis lintas wilayah.
Menurut Habib Aboe Bakar, capaian itu mencerminkan intensitas kerja aparat di lapangan dalam memutus jaringan peredaran gelap yang semakin kompleks. Ia menilai keberhasilan tersebut harus diikuti dengan strategi berkelanjutan, termasuk penguatan intelijen dan koordinasi lintas daerah.
Selain isu narkotika, legislator tersebut juga menyinggung pentingnya integritas institusi kepolisian dalam penegakan hukum, terutama dalam pemberantasan korupsi. Ia menegaskan DPR akan mendukung aparat yang menjalankan tugas secara tegas dan transparan.
“Penegakan hukum yang akuntabel menjadi kunci membangun kepercayaan publik. Dukungan politik akan selalu ada bagi aparat yang berani bertindak tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Menutup kunjungannya, Habib Aboe Bakar mengingatkan agar Polda Kalsel tidak lengah. Letak geografis provinsi yang terbuka terhadap arus distribusi barang antarwilayah dinilai rentan dimanfaatkan jaringan narkotika, termasuk skala internasional.
“Perang melawan narkoba adalah upaya jangka panjang. Konsistensi dan kewaspadaan harus dijaga agar wilayah ini tidak menjadi titik lemah peredaran gelap,” katanya. ***

