DCNews, Jakarta — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Minggu (12/4/2026) terpantau stagnan di tengah minimnya sentimen global jangka pendek, menahan pergerakan logam mulia di level tinggi.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di posisi Rp 2.860.000, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Stabilitas ini mencerminkan fase konsolidasi harga setelah periode volatilitas yang dipicu oleh dinamika ekonomi global.
Sementara itu, harga buyback—nilai yang diterima investor saat menjual kembali emas ke Antam—bertahan di Rp 2.627.000 per gram.
Di pasar domestik, kondisi ini menunjukkan kecenderungan wait and see di kalangan investor ritel maupun institusi, terutama setelah pergerakan harga emas global yang cenderung sideways dalam beberapa hari terakhir.
Emas Antam sendiri tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, memberi fleksibilitas bagi investor dengan beragam profil risiko dan kapasitas finansial.
Rincian Harga Emas Antam (12 April 2026):
- 0,5 gram: Rp 1.480.000
- 1 gram: Rp 2.860.000
- 2 gram: Rp 5.660.000
- 3 gram: Rp 8.465.000
- 5 gram: Rp 14.075.000
- 10 gram: Rp 28.095.000
- 25 gram: Rp 70.112.000
- 50 gram: Rp 140.145.000
- 100 gram: Rp 280.212.000
- 250 gram: Rp 700.265.000
- 500 gram: Rp 1.400.320.000
- 1.000 gram: Rp 2.800.600.000
Aspek Pajak Transaksi Emas:
Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22:
Pembelian:
- 0,45% (dengan NPWP)
- 0,9% (tanpa NPWP)
Buyback di atas Rp 10 juta:
- 1,5% (dengan NPWP)
- 3% (tanpa NPWP)
Pajak buyback dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Analisis Dahlan Consultant: Cerminan Fase Penting dalam Siklus Investasi
Menurut Asep Dahlan, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant yang akrab disapa Asep Dahlan atau Kang Dahlan, stabilnya harga emas saat ini justru mencerminkan fase penting dalam siklus investasi.
“Ketika emas stagnan di level tinggi, itu bukan sinyal lemah, tapi fase akumulasi. Investor besar biasanya mulai masuk perlahan di fase seperti ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, emas masih menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang relevan di tengah ketidakpastian global, terutama terkait suku bunga dan geopolitik.
Namun, Kang Dahlan mengingatkan investor ritel untuk tidak hanya berfokus pada harga saat ini.
“Yang penting bukan sekadar harga hari ini, tapi horizon investasi. Emas cocok untuk jangka menengah hingga panjang, bukan trading harian,” katanya.
Ia juga menyarankan diversifikasi portofolio agar risiko tetap terjaga.
Penutup
Harga emas Antam yang stabil hari ini mencerminkan keseimbangan antara permintaan domestik dan sentimen global. Dengan tren jangka panjang yang masih kuat, logam mulia tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari keamanan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. ***

