Market Brief 24 Maret 2026: Nasdaq Menguat Saat Dolar Melemah, Ketegangan Timur Tengah Reda

Date:

DCNews, Jakarta— Pasar keuangan global menguat pada Selasa (24/3/2026), didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengurangi permintaan terhadap aset aman dan mendorong investor kembali ke aset berisiko, sementara dolar Amerika Serikat melemah dan saham teknologi memimpin penguatan.

Perubahan sentimen ini terjadi setelah munculnya sinyal de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang sebelumnya memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Dengan meredanya risiko tersebut, investor meningkatkan eksposur pada pasar saham dan mata uang utama, menandai pergeseran ke fase “risk-on” dalam perdagangan global.

Di pasar komoditas, harga emas mencatat kenaikan terbatas. Pelemahan dolar AS dan stabilnya imbal hasil obligasi memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut, namun minat terhadap aset lindung nilai mulai menurun seiring meredanya ketegangan geopolitik. Dalam jangka pendek, emas bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi, meskipun tren jangka panjangnya masih menunjukkan kecenderungan bullish.

Harga minyak mentah rebound setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh optimisme bahwa konflik di Timur Tengah tidak akan meluas, meski pasar tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz. Pergerakan minyak saat ini mencerminkan keseimbangan antara pemulihan teknikal dan sensitivitas tinggi terhadap perkembangan geopolitik.

Di pasar valuta asing, euro menguat terhadap dolar AS seiring meningkatnya selera risiko global. Ekspektasi bahwa siklus pengetatan moneter di Amerika Serikat mendekati akhir turut menekan dolar dan memberikan ruang bagi penguatan mata uang utama lainnya.

Poundsterling juga bergerak stabil di dekat level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Sentimen global yang membaik menjadi faktor utama penguatan, meskipun prospek kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral Inggris membatasi kenaikan lebih lanjut.

Sementara itu, yen Jepang bergerak terbatas dengan kecenderungan sideways. Data inflasi yang melemah mengurangi kemungkinan pengetatan kebijakan moneter di Jepang, namun pelemahan dolar AS menahan pasangan mata uang ini agar tidak bergerak lebih tinggi.

Di pasar saham, indeks teknologi Nasdaq mencatat kenaikan signifikan, didorong oleh turunnya imbal hasil obligasi dan meningkatnya minat investor terhadap sektor teknologi. Saham-saham teknologi kembali menjadi motor utama penguatan, seiring harapan bahwa kebijakan moneter global akan menjadi lebih akomodatif dalam waktu dekat.

Kesimpulan dan Analisis Pasar

Pergerakan pasar pada Selasa mencerminkan pemulihan sentimen global dengan dominasi fase risk-on, didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Dalam jangka pendek, pasar saham berpotensi melanjutkan penguatan, sementara dolar AS cenderung tetap tertekan. Emas diperkirakan bergerak konsolidatif, dan minyak akan tetap sangat responsif terhadap dinamika geopolitik. Investor disarankan menjaga kewaspadaan terhadap volatilitas, mengingat perubahan sentimen global dapat terjadi dengan cepat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Terjebak Pinjol: Antara Penikmat dan Korban, Awalnya Solusi Berakhir Menjadi Beban

  Kemudahan mendapatkan pinjaman melalui layanan digital membuat pinjaman online...

Dua Penyebab Orang Terjerat Pinjol: Kebutuhan Hidup dan Gaya Hidup

DCNews, Jakarta – Tekanan ekonomi bukan satu-satunya alasan seseorang...

OJK Serahkan Hasil Penelusuran Aset Dana Syariah Indonesia ke Bareskrim, Sitaan Capai Rp432 Miliar

DCNews, Jakarta – Upaya mengembalikan dana para pemberi pinjaman...

OJK Cabut Izin 15 Bank Sepanjang 2026, Ini Daftar BPR dan BPRS yang Ditutup

DCNews, Jakarta – Sebanyak 15 Bank Perekonomian Rakyat (BPR)...