DCNews, Bogor – Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), sedang menyampaikan dokumen Laporan Pertangungjawaban (LPJ) lima tahun di bawah kepemimpinan Presiden Ahmad Syaikhu dan Sekjen Aboe Bakar Alhabsyi. Selama lima tahun itu ada enam pencapian yang telah ditorekan dari periode 2020-2025, sebagaimana disampaikan Habib Aboe, sapaan Aboe Bakar Alhabsyi dalam sambutannya pada Rapat Konsinyering Finalisasi LPJ DPP PKS Periode 2020-2025, Bogor, Jawa Barat, Ahad (11/5/2025).
“Pertama-tama, izinkan ana menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kesediaan Saudara–saudari meluangkan waktu dan tenaga untuk menyusun dokumen LPJ ini. Laporan pertanggungjawaban bukan sekadar kumpulan angka dan narasi, melainkan cerminan kerja keras, komitmen, dan visi kita bersama selama lima tahun terakhir,” kata Habib Aboe.
Lewat LPJ inilah, lanjut dia, PKS menunjukkan akuntabilitas kepada kader, bahwa kerja-kerja partai ini senantiasa berjalan di atas landasan amanah dan profesionalisme.
“Antum (kamu sekalian) ini memiliki tanggung jawab muli yang tidak mudah. Antum dituntut untuk merangkai jejak perjalanan organisasi, memaparkan capaian program, serta merefleksikan tantangan yang telah kita hadapi. Ana harap, antum bisa bekerja secara profesional. Dalam merangkai narasi, carilah kisah-kisah nyata yang terjadi selama 5 tahun terakhir,” sambung Habib Aboe.
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu juga menjelaskan bahwa pada LPJ itu telah uraikan bagaimana program-program PKS bekerja. Termasuk juga bagaimana inovasi digital PKS dijalankan, saat momen-momen kebersamaankala pandemi.
“Momen tersebut menjadi narasi-narasi itu akan menghidupkan data, menjadikannya lebih dari sekadar angka,” cetus anggota Legislatif dari PKS dari Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel) I itu lagi.
Selanjutnya, terang Habib Aboe, ketika menata struktur laporan, pastikan setiap bab mengalir dengan runtut. Mulailah dengan konteks awal, seperti tantangan eksternal dan internal yang terjadi pada tahun 2020.
“Kemudian, kita bahas satu per satu program prioritas, mulai daropendidikan kader, bantuan sosial, kampanye digital, hingga penguatan kelembagaan. Dan, jangan lupa mengungkap berbagai capaian kita selama lima tahun,” imbuhnya.
6 Capaian
Menurut Habib Aboe ada 6 (enam) capain selama periode kepemimpinan 2020-2025. Pertama adalah capaian elektoral, yaitu keberhasilan PKS di Pemilu, sampaikan berapa kursi DPR RI yang bertambah, demikian juga provinsi dan Pusat.
“Termasuk pula capaian kita di Pilkada 2025 ini, baik capaian secara umum maupun kader yang menempati posisi sebagai kepala daerah,” papar Habib Aboe.
Termasuk capaian saat Pilkada Serentak 2020 digelar 9 Desember 2020. Saat itu, Habib Aboe menceritakan, kepemimimpinan Ahmad Syaiku bersama dengan dirinya banyak telah ditorekan selama Pilkada.
“Kalau nggak salah kita meraih kemenangan di sekitar 120–122 daerah dari 230 kontestasi, setara dengan capaian menang lebih dari 50 % paslon yang diusungnya,” ujar Habib Aboe.
Kedua, perlu disampaikan capaian kelembagaan. Misalkan saja pada Oktober 2024, PKS dinobatkan sebagai “Partai Terbaik” dalam Indeks Pelembagaan Partai Politik yang disusun oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Wakil Ketua MKD DPR RI ini mengukapkan sejumlah penghargaan seperti mendapatkan dari KIP predikat Badan Publik dengan Kualifikasi Informatif kepada PKS. Kemudian Fraksi PKS di DPR RI meraih TPR Award 2021 kategori Best Government dalam ajang Teropong Public Relations (TPR) Award Pada Maret 2021, Teropong Parlemen Award secara keseluruhan memberikan tiga penghargaan kepada Fraksi PKS: Fraksi Paling Aspiratif, Anggota Parlemen Makin News Person, dan Outstanding Parliamentarian of Covid19 Care.
“Tak hanya itu, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) juga menganugerahkan KWP Award 2021 kepada Fraksi PKS sebagai “Fraksi Paling Peduli Bencana”, mengapresiasi respons kemanusiaan fraksi saat bencana alam dan penanganan pandemi,” bebernya.
Ketiga, perlu juga disampaikan capaian legislasi, misalkan saja peran aktif PKS dalam Rancagan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT), yang akhirnya disahkan sebagai inisiatif DPR pada 5 Mei 2025 setelah 3 periode tertunda. Keempat, perlu juga disampaikan Inovasi Digital yang telah dilakukan DPP PKS, baik dari sisi admoinistrasi ataupun keuangan.
Kelima, tolong di review Pertumbuhan Keanggotaan dan pertumbungan struktur. Bagaimana kondisi keanggotaan dan struktur diawal kepengurusan dan diakhir kepengurusan.
Keenam, perlu diungkap bagaimana PKS menangani Covid-19, ini penting, karena ini tidak ada di periode lain. Perlu diungkap bagaimana PKS meluncurkan Tim Reaksi Cepat Covid-19 (TRCC) di semua tingkatan struktur, memberikan bantuan preventif, perawatan, hingga santunan kepada keluarga korban.
Lebih lanjut, Habib Aboe menyampaikan, dari kantong kader DPR/DPRD hingga struktur daerah, PKS menyalurkan lebih dari Rp 68,9 miliar bantuan untuk penanganan pandemi—termasuk paket oksigen, APD, dan sembako—menjadi salah satu komitmen sosial terbesar di antara partai politik
“Tentunya dalam penyusunan LPJ jangan lupakan refleksi kritis. Apa saja kendala yang menghambat pelaksanaan program? Bagaimana kita merespon dinamika politik nasional dan regional? Bagian ini bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan untuk menunjukkan sikap arif dan terbuka—bahwa dari masalah lah lahir solusi baru. Paling penting, antum sekalian harus sajikan rekomendasi strategis untuk periode selanjutnya, sehingga LPJ ini bisa menjadi pijakan perbaikan dan inovasi. Dalam proses penyusunan, ana (saya) harapkan kolaborasi erat antaranggota tim,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Habib Aboe mengajak seluruh kader memanfaatkan keahlian masing-masing. Dari keahlian itu memundahkan langkah perjuangan membela rakyat.
“Keahlian setiap rekan—yang ahli riset, yang piawai mendesain infografis, yang mahir meramu kata.Ini adalah produk warisan kita, oleh karenanya tolong kerjakan semaksimal mungkin.Demikian arahan ana, Marilah kita bekerja dengan ketelitian, dan semangat kebersamaan. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kita, dan LPJ DPP PKS Periode 2020–2025 menjadi wujud nyata tanggung jawab kita bersama,” tutup anggota Komisi III DPR RI tersebut. ***

