Kehilangan Istri dan Motor Ditarik Debt Collector, Warga Sumbar Curhat ke KDM

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah padatnya agenda sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menerima kedatangan seorang warga dari Sumatera Barat yang datang dengan persoalan rumah tangga dan ekonomi yang pelik. Pertemuan itu berlangsung di Lembur Pakuan, Subang, dan menjadi sorotan publik setelah diunggah ke media sosial.

Warga bernama Ropi tersebut mengaku kehilangan istri yang disebutnya pergi bersama pria lain. Dalam waktu hampir bersamaan, sepeda motor miliknya juga ditarik oleh debt collector. Merasa tidak memiliki tempat mengadu, Ropi mendatangi kediaman Dedi untuk meminta bantuan.

Momen pertemuan itu diunggah melalui akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, yang dikutip DCNews, Jumat (13/2/2026).

Dalam video tersebut, Ropi menceritakan langsung kronologi kejadian yang menimpanya.

Menanggapi laporan itu, Kang Dedi, yang juga akrab disapa KDM itu sempat melontarkan candaan melalui akun Instagram pribadinya.

“Istri dibawa lari oleh pria lain, kemudian lapor ke Lembur Pakuan. Lah saya gak punya istri harus lapor ke mana?” tulisnya pada Jumat (13/2/2026).

Kendati berkelakar, Dedi tetap mendengarkan keluhan Ropi secara serius. Ia mencoba menggali duduk persoalan, termasuk status hukum pernikahan Ropi serta mekanisme penarikan kendaraan oleh pihak pembiayaan.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi menyatakan akan membantu mencarikan jalan keluar, baik melalui pendekatan hukum maupun mediasi keluarga. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan secara bijak agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Kasus yang dialami Ropi mencerminkan dua persoalan yang kerap muncul di masyarakat: konflik rumah tangga dan sengketa penarikan kendaraan oleh debt collector.

Pemerintah daerah, meski tidak memiliki kewenangan langsung dalam urusan rumah tangga, sering kali menjadi tempat masyarakat mencari perlindungan dan solusi ketika menghadapi situasi sulit.

Pertemuan di Lembur Pakuan itu pun menjadi gambaran bagaimana kanal media sosial pejabat publik kini berfungsi bukan hanya sebagai sarana komunikasi politik, tetapi juga sebagai ruang pengaduan warga. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dugaan TPPU di Sektor Kuliner, OJK Telusuri Aliran Dana Coffee Shop dan Pemilik Manfaat

DCNews, Sultra - Di balik menjamurnya bisnis kafe dan...

Harga Emas Antam Hari Ini 3 Agustus 2026 Stabil di Rp2,603 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Pergerakan harga emas batangan PT Aneka...

Ramai Mal Dipagari, Antara Kekhawatiran Publik dan Penjelasan Apindo

DCNews, Jakarta  — Pagar-pagar yang belakangan berdiri di sejumlah...

Modus Penipuan Pinjol dan Investasi Ilegal Kian Canggih, OJK Tutup 951 Entitas Ilegal saat Outstanding Tembus Rp102 Triliu

DCNewa, Jakarta — Di balik pesatnya pertumbuhan industri pinjaman...