DCNews, Jakarta — Pasar keuangan global bergerak hati-hati pada perdagangan hari ini (Kamis, 12 Februari), setelah data tenaga kerja Amerika Serikat yang solid memperkuat dolar AS dan menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Investor kini menanti rilis data inflasi AS yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
Emas (Gold) terkoreksi tipis seiring penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS, mengurangi daya tarik aset lindung nilai.
Minyak (Oil) naik terbatas, ditopang kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah meskipun kenaikan stok minyak AS membatasi penguatan lebih lanjut.
Di pasar valuta asing, EUR/USD dan GBP/USD bergerak stabil dengan kecenderungan terbatas, sementara USD/JPY sedikit melemah karena yen mendapat dukungan dari pergerakan obligasi global.
Sementara itu, Nasdaq ditutup melemah tipis pada sesi sebelumnya, tertekan oleh kenaikan imbal hasil yang membebani saham teknologi dan sektor pertumbuhan.
Analisis Pasar: Sentimen Pasar Cenderung Defensif
Secara keseluruhan, sentimen pasar cenderung defensif. Dolar AS tetap kuat, emas terkonsolidasi, dan saham teknologi rentan terhadap kenaikan suku bunga lebih lama. Fokus utama kini tertuju pada data inflasi AS—yang berpotensi menjadi katalis pergerakan signifikan bagi emas, dolar, dan indeks saham global dalam jangka pendek. ***

