DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di Pegadaian terpantau stabil pada perdagangan Kamis pagi (12/2/2026), tanpa perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian pukul 07.57 WIB, emas UBS dibanderol Rp3.002.000 per gram, sementara Galeri24 berada di level Rp2.987.000 per gram.
Harga tersebut tidak mengalami pergerakan dari posisi Rabu (11/2/2026) pagi. Pegadaian menegaskan bahwa harga jual emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah.
Produk Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sementara emas UBS dipasarkan dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Untuk harga emas Antam, pembaruan biasanya dilakukan di laman resmi Logam Mulia setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut rincian harga emas di Pegadaian:
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.567.000
- 1 gram: Rp2.987.000
- 2 gram: Rp5.903.000
- 5 gram: Rp14.650.000
- 10 gram: Rp29.222.000
- 25 gram: Rp72.663.000
- 50 gram: Rp145.211.000
- 100 gram: Rp290.277.000
- 250 gram: Rp723.912.000
- 500 gram: Rp1.447.823.000
- 1.000 gram: Rp2.895.645.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.623.000
- 1 gram: Rp3.002.000
- 2 gram: Rp5.958.000
- 5 gram: Rp14.722.000
- 10 gram: Rp29.288.000
- 25 gram: Rp73.076.000
- 50 gram: Rp145.852.000
- 100 gram: Rp291.589.000
- 250 gram: Rp728.757.000
- 500 gram: Rp1.455.803.000
Analisis Pasar
Stabilnya harga emas domestik mencerminkan fase konsolidasi di pasar global setelah volatilitas yang dipicu ketidakpastian ekonomi dan arah kebijakan suku bunga bank sentral utama. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu sinyal baru dari The Federal Reserve terkait kebijakan moneter, serta pergerakan inflasi global.
Di dalam negeri, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika rupiah melemah, harga emas berpotensi terdorong naik meskipun harga emas dunia stagnan. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat menahan kenaikan harga logam mulia.
Dalam jangka pendek, emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah risiko geopolitik dan ketidakpastian pasar keuangan. Namun, investor ritel disarankan tetap memperhatikan momentum pembelian, terutama setelah periode harga stagnan yang kerap menjadi jeda sebelum pergerakan signifikan berikutnya. ***

