The Washington Post Pangkas Sepertiga Karyawan, Disrupsi AI Tekan Bisnis Media

Date:

DCNews, Washington DC — The Washington Post, surat kabar ternama milik miliarder Jeff Bezos, memangkas sekitar sepertiga karyawannya dalam langkah restrukturisasi besar untuk menekan kerugian dan mengembalikan perusahaan ke jalur profitabilitas di tengah tekanan ekonomi media dan disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dalam panggilan internal dengan karyawan, manajemen mengumumkan penutupan rubrik olahraga, penghentian rubrik buku dan podcast Post Reports, serta penggabungan meja redaksi digital dan cetak. Sejumlah biro luar negeri juga ditutup, termasuk biro Ukraina, di mana beberapa jurnalis mengonfirmasi pemecatan mereka melalui media sosial.

Pemangkasan ini mengonfirmasi rencana pengurangan hingga 300 posisi yang telah beredar selama beberapa bulan terakhir. Washington Post Guild mencatat, dalam tiga tahun terakhir jumlah karyawan The Post telah berkurang sekitar 400 orang.

Pemimpin Redaksi The Washington Post Matt Murray mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat keuangan perusahaan dan menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku pembaca. “Kami harus memposisikan diri lebih baik di era teknologi baru yang berubah cepat dan kebiasaan konsumsi berita yang bergeser,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Murray mengungkapkan trafik pencarian organik The Post turun hampir 50 persen dalam tiga tahun terakhir, seiring meningkatnya penggunaan ringkasan berita berbasis AI yang mengalihkan pembaca dari situs media ke platform teknologi. Ke depan, The Post akan memfokuskan liputan pada isu-isu inti seperti politik, nasional, keamanan Washington, luar negeri, serta tetap meliput sains, kesehatan, teknologi, dan bisnis.

Gelombang PHK ini mencerminkan krisis yang lebih luas di industri media Amerika Serikat. Sejumlah media besar juga melakukan pemangkasan staf akibat menyusutnya pendapatan iklan dan langganan. Pada 2023, The Post telah memangkas sekitar 240 karyawan melalui program pengunduran diri sukarela.

Serikat pekerja The Post menyatakan ribuan pembaca mengirimkan surat protes kepada manajemen. Mereka menilai keputusan tersebut berpotensi melemahkan misi jurnalisme yang selama puluhan tahun menjadi fondasi surat kabar tersebut. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Diminta Perketat Pembiayaan Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan Berisiko Karhutla

DCNews, Jakarta — Keputusan bank dalam menyalurkan kredit kepada perusahaan...

Misbakhun Dorong Pemerintah Perkuat Industri Pindar untuk Perluas Akses Pembiayaan

DCNews, Jakarta — Pemerintah dinilai perlu memperkuat dukungan terhadap industri...

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Agustus 2026 Naik Rp10.000, Tembus Rp2,75 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Video Viral Ojol Wanita Diduga Diintimidasi Debt Collector, Polisi Amankan Dua Motor di Tangsel

DCNews, Tangerang Selatan — Keributan antara pengemudi ojek online...