Terjerat Pinjol, Pemuda 23 Tahun di Bogor Tewas Gantung Diri: Tragedi Ini Menambah Daftar Panjang Korban Utang Digital

Date:

DCNews, Jakarta — Tekanan utang pinjaman daring kembali berujung tragedi. Seorang pemuda berinisial A (23) ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya di Jalan Bisma, Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (2/2/2026) malam. Polisi menyebut korban diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah terlilit masalah pinjaman online atau pinjol.

Peristiwa itu terjadi di lingkungan permukiman padat yang selama ini dikenal tenang. Namun di balik dinding rumah tersebut, A disebut tengah menghadapi persoalan pribadi yang tak diketahui banyak orang, hingga akhirnya berujung pada keputusan fatal.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Enjo Sutarjo, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB oleh karyawan keluarga saat diminta orang tua korban untuk mengecek keberadaan A di kamarnya.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung di dalam kamar. Saat anggota datang ke lokasi, korban sudah diturunkan dengan harapan masih bisa ditolong,” kata Enjo kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Hasil pemeriksaan awal kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Polisi menyimpulkan sementara bahwa korban meninggal akibat gantung diri.

Menurut Enjo, sebelum kejadian, A sempat mendapat teguran dari orang tuanya terkait kebiasaan meminjam uang melalui aplikasi pinjaman online. Teguran itu diduga menjadi pemicu tekanan psikologis yang dialami korban.

“Korban memang memiliki masalah pinjaman online. Ia sempat ditegur agar tidak lagi menggunakan pinjol,” ujar Enjo.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh keluarga sendiri. Ibu korban yang tidak menemukan A di rumah kemudian meminta anggota keluarga lain untuk memeriksa kamar korban. Saat pintu dibuka, A ditemukan sudah tidak bernyawa dengan tali tambang melilit lehernya.

Jenazah A telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Polisi menyatakan tidak akan melanjutkan proses hukum karena tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Pola Lama yang Terus Berulang

Kasus di Bogor ini menambah deretan tragedi akibat jeratan pinjaman online yang sebelumnya juga merenggut nyawa satu keluarga di Tangerang Selatan, Banten. Pada Minggu (15/12/2024), satu keluarga yang terdiri dari ayah AF (31), ibu YL (28), dan anak mereka AA (3) ditemukan tewas di rumahnya di Cirendeu, Ciputat Timur.

Jasad ketiganya pertama kali ditemukan oleh Yani, kakak korban YL, yang tinggal di rumah sebelah. Kepada polisi, Yani mengaku keluarga tersebut sudah lama berada di bawah tekanan utang pinjol dan bahkan sempat didatangi penagih utang setahun sebelum tragedi terjadi.

Rangkaian peristiwa ini kembali menyoroti sisi gelap industri pinjaman daring di Indonesia—mulai dari kemudahan akses, minimnya literasi keuangan, hingga tekanan psikologis yang kerap luput dari pengawasan.

Di tengah upaya pemerintah dan otoritas keuangan menertibkan pinjol ilegal, kisah-kisah seperti ini menjadi pengingat bahwa persoalan utang digital bukan sekadar soal ekonomi, melainkan juga krisis sosial dan kesehatan mental yang nyata. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe: Muhammadiyah Selama 117 Tahun Jadi Pilar Pendidikan, Kesehatan, dan Persatuan Bangsa

DCNews, Jakarta — Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan...

Kemenhub Perketat Pengawasan Angkutan Jelang Libur Iduladha 2026, Puncak Arus Diprediksi 26 Mei

DCNews, Jakarta — Menjelang libur panjang Hari Raya Iduladha...

Dolar AS Melemah dan Wall Street Menguat Usai Sinyal Perdamaian Iran–AS soal Selat Hormuz

DCNews, Jakarta — Harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur...

DPR Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Kebutuhan Huntap Tembus 39 Ribu Unit

DCNews, Jakarta — Pemerintah bersama DPR RI mempercepat upaya rehabilitasi...