Harga Emas Pegadaian Anjlok Rp190 Ribu per Gram, Galeri24 dan UBS Kompak Turun Tajam

Date:

DCNews, Jakarta— Harga emas ritel yang dipasarkan melalui Pegadaian kembali mengalami tekanan signifikan. Data resmi Sahabat Pegadaian pada Minggu (1/2/2026) menunjukkan harga emas Galeri24 dan UBS serentak merosot hingga Rp190.000 per gram, melanjutkan tren pelemahan yang telah berlangsung sejak akhir pekan lalu.

Penurunan paling mencolok terjadi pada emas Galeri24 ukuran 1 gram yang kini dipatok di Rp2.981.000, turun dari posisi sebelumnya Rp3.171.000 per gram. Koreksi dengan nominal yang sama juga terjadi pada emas UBS, yang turun dari Rp3.186.000 menjadi Rp2.996.000 per gram.

Tekanan harga ini membuat emas ritel kembali menjauh dari level psikologis Rp3 juta per gram yang sempat dicapai pada awal pekan. Pelemahan terjadi merata di seluruh varian ukuran, baik untuk produk Galeri24 maupun UBS, yang selama ini menjadi pilihan utama investor ritel dan masyarakat menengah.

Galeri24 sendiri dipasarkan dalam rentang ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sementara emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, dengan segmentasi konsumen yang relatif serupa.

Daftar Harga Emas Galeri24 (Minggu, 1/2/2026)

  • 0,5 gram: Rp1.564.000
  • 1 gram: Rp2.981.000
  • 2 gram: Rp5.874.000
  • 5 gram: Rp14.576.000
  • 10 gram: Rp29.074.000
  • 25 gram: Rp72.505.000
  • 50 gram: Rp144.894.000
  • 100 gram: Rp289.645.000
  • 250 gram: Rp722.334.000
  • 500 gram: Rp1.444.667.000
  • 1.000 gram: Rp2.889.334.000

Daftar Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp1.618.000
  • 1 gram: Rp2.996.000
  • 2 gram: Rp5.944.000
  • 5 gram: Rp14.690.000
  • 10 gram: Rp29.224.000
  • 25 gram: Rp72.917.000
  • 50 gram: Rp145.534.000
  • 100 gram: Rp290.954.000
  • 250 gram: Rp727.168.000
  • 500 gram: Rp1.452.630.000
Analisis Pasar: Anjloknya Emas Ritel Kombinasi Tekanan Global dsn Dimestik

Anjloknya harga emas ritel ini mencerminkan kombinasi tekanan global dan domestik. Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama di negara maju mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Sementara di dalam negeri, koreksi tajam IHSG serta meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat pasca-gejolak pasar keuangan turut menekan permintaan emas fisik jangka pendek. Meski demikian, analis menilai koreksi harga saat ini berpotensi menjadi momentum akumulasi bagi investor jangka menengah hingga panjang, terutama jika volatilitas pasar saham dan ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Marak Pinjol Ilegal, Dosen Hukum Ingatkan Ancaman Pidana dan Lemahnya Literasi Keuangan

DCNews,  Ternate — Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan...

Stabilitas Politik Jadi Kunci Hadapi Gejolak Global, Ujang Komarudin Soroti Energi dan Pangan

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global,...

UU PPRT Disahkan Setelah 20 Tahun, Legislator PKB Sebut Tonggak Sejarah Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

DCNews, Jakarta — Setelah tertunda lebih dari dua dekade,...

Gubernur KDM Dorong Nikah Sederhana di KUA, Tekan Tren Utang Pinjol Usai Hajatan di Jawa Barat

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi yang...