Harga Daging Sapi Melonjak, Hindun Anisa: Pemerintah Perlu Intervensi Biaya RPH dan Feedloter

Date:

DCNews, Jakarta — Kenaikan harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa waktu terakhir, kian memberatkan pedagang dan menekan daya beli masyarakat. Lonjakan harga tersebut memicu keluhan luas di tingkat lapangan, seiring turunnya minat beli konsumen dan membengkaknya biaya operasional pedagang.

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mendesak pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan harga daging sapi, terutama dengan menertibkan pengelolaan rumah potong hewan (RPH). Menurutnya, tingginya tarif RPH menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga daging sapi terus merangkak naik.

“Saya minta pemerintah melakukan intervensi, khususnya dengan menertibkan RPH. Banyak pedagang mengeluhkan biaya operasional yang semakin mahal akibat tarif RPH yang tinggi,” kata Hindun, melalui keterang tertulisnya, Selasa (27/1/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, keluhan pedagang muncul karena biaya pemotongan dan operasional tidak sebanding dengan kondisi harga sapi hidup yang relatif stabil. Akibatnya, harga jual daging sapi terpaksa dinaikkan, sementara daya beli masyarakat justru melemah.

“Kenaikan harga daging sapi ini menekan daya beli masyarakat dan membuat pedagang berada di posisi yang sangat sulit. Pasar jadi lesu, pedagang pun menjerit,” ujar Hindun.

Ia menambahkan, jika pedagang dipaksa melakukan penyembelihan sapi secara mandiri untuk menekan biaya, langkah tersebut justru tidak efisien dan berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi kesehatan hewan maupun distribusi.

“Intervensi pemerintah sangat penting agar biaya operasional tidak terlalu membebani pedagang. Jangan sampai pedagang dipaksa mencari jalan sendiri yang justru tidak efektif,” tegasnya.

Selain persoalan RPH, Hindun juga menyoroti harga sapi hidup dari perusahaan penggemukan (feedloter) yang dinilai terlalu tinggi. Kondisi ini membuat pedagang tidak memiliki banyak alternatif pasokan, mengingat pasar sapi potong saat ini didominasi oleh feedloter besar.

“Pedagang mengeluh karena harga beli sapi tidak sebanding dengan daya serap pasar. Jika kondisi ini dibiarkan, rantai usaha dari hulu ke hilir menjadi tidak sehat,” kata Hindun.

Ia berharap pemerintah segera mengevaluasi tata niaga sapi dan daging sapi secara menyeluruh agar stabilitas harga terjaga dan keberlangsungan usaha pedagang rakyat tetap terlindungi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hindari Spekulasi Publik, Habib Aboe Minta Bareskrim Usut Tuntas Kematian Karumga eks Jampidsus

DCNews, Jakarta – Meninggalnya Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga)...

OJK, DPR, dan Pemkab Ciamis Luncurkan GENIUS, Perkuat Literasi Keuangan untuk Tangkal Pinjol Ilegal

DCNews, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Otoritas Jasa...

Legislator PDIP Minta Masyarakat Waspada Modus Penipuan Digital dan Pinjol Ilegal

DCNews, Jakarta – Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan berbasis...

Gelombang PHK Mengancam, Edy Wuryanto Dorong Pemerintah Terapkan Early Warning System

DCNews, Jakarta- Sebelum gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin...