DCNews, Tulungagung — Maraknya pinjaman online (pinjol) dengan bunga tinggi dan pola penagihan agresif terus menjadi ancaman bagi ketahanan ekonomi keluarga. Menyikapi kondisi tersebut, tim dosen Universitas Airlangga (Unair) menggelar sosialisasi literasi keuangan bertema “Hindari Pinjol dengan Perencanaan Keuangan” bagi ibu-ibu PKK Desa Krosok, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Kegiatan edukatif ini menyasar kelompok ibu rumah tangga yang dinilai rentan terpapar tawaran pinjaman daring instan. Melalui pendekatan praktis dan berbasis nilai, para dosen menekankan pentingnya perencanaan keuangan keluarga sebagai benteng utama agar masyarakat tidak terjerat utang konsumtif yang berujung pada persoalan sosial dan psikologis.
Tim dosen yang terlibat terdiri dari Sulistya Rusgianto, Muhamad Said Fathurrohman, dan Dian Filianti. Dalam pemaparannya, mereka menjelaskan bahwa kemudahan akses pinjol kerap menyamarkan risiko besar, mulai dari bunga mencekik, akumulasi denda, hingga metode penagihan yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga.
“Pinjol memang terlihat solutif di awal, tetapi tanpa perencanaan yang matang, justru bisa menjadi beban jangka panjang bagi keluarga,” ujar Sulistya Rusgianto, Jumat (9/1/2025).
Selain aspek ekonomi, materi sosialisasi juga mengangkat perspektif Islam dalam praktik utang-piutang. Dalam ajaran Islam, pinjaman atau qardh dipahami sebagai akad kebajikan tanpa unsur keuntungan, sementara praktik pinjol berbunga tinggi dinilai mengandung unsur riba yang dilarang.
“Utang seharusnya hanya diambil untuk kebutuhan primer yang mendesak, disertai niat melunasi dan pencatatan yang tertib sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an,” kata Sulistya.
Para peserta juga dibekali panduan praktis agar lebih cermat dalam menghadapi tawaran pinjaman daring. Di antaranya, memastikan legalitas pinjol melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menghitung kemampuan bayar dengan batas cicilan maksimal 30 persen dari penghasilan keluarga, serta menghindari pinjaman yang bersifat konsumtif.
Melalui edukasi ini, tim dosen Unair berharap literasi keuangan masyarakat desa semakin meningkat, sehingga ibu rumah tangga tidak hanya menjadi pengelola keuangan keluarga, tetapi juga garda terdepan dalam mencegah jerat pinjol yang merugikan. ***

