OJK Peringatkan Literasi Keuangan Rendah, Perempuan Jadi Sasaran Pinjol Ilegal

Date:

DCNews, Jakarta — Rendahnya literasi keuangan di kalangan perempuan, yang mengelola 99 persen keuangan keluarga, membuat mereka rentan terjebak pinjaman online ilegal (pinjol), kata Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cecep Setiawan pada Senin (22/12/2025).

Cecep menyampaikan hal itu saat acara literasi keuangan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.

Peran Strategis Perempuan yang Berisiko

Meski perempuan mendominasi pengelolaan keuangan harian keluarga, seperti belanja, menabung, dan mencari pembiayaan darurat, tingkat pemahaman finansial mereka lebih rendah dibanding pria.

“Perempuan memiliki tingkat literasi yang lebih rendah dibanding laki-laki. Padahal laki-laki dan perempuan sama-sama wajib memiliki pengalaman keuangan yang adil,” ujar Cecep.

Survei OJK menunjukkan, 99 persen keputusan keuangan jangka pendek ditangani perempuan. Namun, minimnya pengetahuan ini justru membuka celah bagi pinjol ilegal yang menawarkan pinjaman cepat tanpa syarat.

Tekanan Ekonomi dan Godaan DigitalTekanan memenuhi kebutuhan keluarga sering memaksa perempuan “memutar otak” mencari dana tambahan saat kondisi keuangan ketat. Tawaran pinjol instan pun tampak menggiurkan.

“Sehingga istri harus berpikir keras mencari uang. Akhirnya mudah tertipu tawaran ilegal,” tambah Cecep.

Faktor lain adalah banjir informasi di media sosial yang mempromosikan gaya hidup instan dan konsumtif. Banyak keputusan keuangan diambil bukan dari kebutuhan, melainkan tren lingkungan.

Solusi: Penguatan Literasi untuk Ketahanan Keluarga

OJK menekankan penguatan literasi keuangan perempuan sebagai kunci memutus rantai pinjol ilegal. Perempuan bukan hanya pengelola rumah tangga, tapi juga pendidik finansial utama bagi anak-anak.

“Pola konsumsi, menabung, dan sikap terhadap utang sering diturunkan dari ibu. Edukasi ini tak hanya lindungi perempuan sebagai konsumen, tapi bangun ketahanan ekonomi keluarga jangka panjang,” demikian Cecep Setiawan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Abdullah Dorong Investasi Bodong Masuk RUU Perampasan Aset, Hak Korban Harus Diprioritaskan

DCNews, Jakarta – Pengembalian kerugian masyarakat harus menjadi prioritas...

Inklusi Keuangan Sumbar Tembus 95,37 Persen, OJK Soroti Ancaman Pinjol dan Penipuan Digital

DCNews, Padang – Tingginya akses masyarakat Sumatera Barat terhadap layanan...

50 Kepala Sekolah di Kuningan Dapat Penugasan Baru, 42 Persen Guru Disorot Terjerat Pinjol

DCNews, Kuningan – Persoalan literasi siswa dan kesejahteraan guru...

Harga Emas Antam Hari Ini 3 November 2026 Naik Rp10.000, Simak Daftar Harga Terbaru

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang...