DCNews, Kuala Lumpur — Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dipastikan akan menandatangani perjanjian damai dengan Kamboja di Malaysia akhir pekan ini, dalam sebuah acara yang akan diawasi langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah diplomatik tersebut dilakukan di tengah suasana duka nasional atas wafatnya Ibu Suri Thailand, Ratu Sirikit.
Ratu Sirikit, istri mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia pada Jumat lalu akibat komplikasi sepsis di Bangkok. Kepergiannya menimbulkan keraguan apakah Anutin akan tetap menghadiri pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur.
Namun, Anutin menegaskan pada Sabtu bahwa ia tetap akan melakukan perjalanan ke Malaysia pada Minggu untuk menghadiri penandatanganan perjanjian damai Thailand–Kamboja, yang secara resmi disebut Deklarasi Hubungan Thailand–Kamboja. “Upacara akan dimajukan ke pagi hari agar saya bisa kembali ke Bangkok tepat waktu untuk menghadiri penghormatan kepada Ibu Suri,” ujar Anutin kepada wartawan, Sabtu (24/10/2025).
Jenderal Nattaphon Narkphanit, Menteri Pertahanan Thailand, mengatakan bahwa Anutin akan menandatangani langsung dokumen perdamaian tersebut di Kuala Lumpur. Penandatanganan itu diharapkan menjadi sorotan utama dalam agenda kunjungan Presiden Trump di KTT ASEAN.
Trump sendiri telah memainkan peran penting dalam memediasi hubungan kedua negara setelah ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja meningkat menjadi bentrokan militer pada Juli lalu. Presiden AS itu bahkan sempat mengancam akan menunda perjanjian dagang dengan kedua negara jika konflik tidak segera dihentikan.
Dalam perjalanan menuju Malaysia, Trump mengatakan bahwa keputusannya menghadiri langsung pertemuan itu juga merupakan bentuk penghargaan kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim atas perannya dalam memfasilitasi proses perdamaian.
“Salah satu alasan saya pergi ke Malaysia adalah karena mereka sangat, sangat terlibat dalam semua ini,” kata Trump kepada wartawan di dalam Air Force One. “Thailand dan semuanya. Saya bilang kepada pemimpin Malaysia, yang orangnya sangat baik, bahwa saya rasa saya berutang kunjungan ke sana.”
Perjanjian damai Thailand–Kamboja ini diharapkan menjadi langkah baru dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara di tengah meningkatnya perhatian global terhadap Indo-Pasifik. ***

