DCNews, Surabaya — Puluhan Sales Promotion Girls (SPG) dan karyawan toko di Surabaya menjadi korban penipuan bermodus karyawan pinjaman online (pinjol) gadungan. Polisi menyebut sedikitnya 60 orang tertipu dengan total kerugian mencapai Rp 1,5 miliar.
Salah satu korban, Cindy Febrianti, masih harus menanggung cicilan handphone senilai Rp 5 juta meski tak pernah menerima barang tersebut. Ia bercerita awal mula peristiwa terjadi saat Yogi Yuditiantara, pelaku asal Garut, datang ke tokonya di kawasan Tegalsari dan mengaku sebagai karyawan pinjol.
“Dia minta tolong unduh aplikasi pinjol. HP saya dipinjam sebentar untuk isi data, lalu dikembalikan setelah aplikasinya dihapus. Saya kira hanya untuk target pekerjaan,” kata Cindy, Jumat (3/10/2025).
Namun, beberapa saat kemudian, Cindy kaget menerima notifikasi transaksi pembelian handphone dari aplikasi pinjol atas namanya. Setelah ditelusuri, ponsel yang dibeli ternyata dipakai pelaku untuk gesek tunai dan langsung dijual kembali.
Kondisi serupa dialami Rachma Putri. Ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 13 juta setelah limit pinjamannya dialihkan ke rekening pribadi Yogi. “Awalnya saya percaya, karena dia mengaku hanya mengejar target harian. Tapi ternyata uangnya tidak pernah dikembalikan,” ujarnya.
Dari keterangan korban, pola yang sama dialami puluhan orang lainnya dengan nilai kerugian bervariasi, dari belasan juta hingga ratusan juta rupiah. Laporan resmi sudah diajukan para korban ke Polrestabes Surabaya pada 26 Agustus 2025.
Hingga kini, Yogi belum memberikan tanggapan meski sudah dikonfirmasi melalui pesan tertulis. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penipuan ini. ***

