Tragedi Driver Ojol Tewas Dilindas Barracuda saat Demo: Asep Dahlan Ingatkan Risiko Ekonomi dan Stabilitas Nasional

Date:

DCNews, Jakarta – Aksi demonstrasi yang berujung ricuh di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis malam (28/8/2025), menyisakan duka mendalam. Seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, tewas setelah terlindas kendaraan taktis barracuda milik Brimob saat aparat berupaya membubarkan massa.

Tragedi ini tidak hanya mengguncang aspek kemanusiaan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Konsultan keuangan Asep Dahlan menilai bahwa peristiwa tersebut berpotensi memperburuk kepercayaan publik sekaligus memengaruhi persepsi investor.

“Kematian seorang warga sipil dalam konteks unjuk rasa mencederai rasa keadilan. Dampaknya bisa jauh melampaui isu sosial, masuk ke ranah ekonomi dan investasi,” ujar Asep dihubungi DCNews, Jumat (29/8/2025).

Asep Dahlan menegaskan, setiap kericuhan di pusat kota selalu membawa efek domino pada aktivitas ekonomi harian, mulai dari sektor transportasi berbasis aplikasi, UMKM, hingga jaringan perbankan menjadi korban pertama. Banyak transaksi terganggu karena akses jalan ditutup, mobilitas warga terhambat, dan rasa aman masyarakat menurun.

“Daya beli masyarakat bisa langsung melemah. Konsumen menahan pengeluaran, sementara pelaku usaha menghadapi risiko kerugian karena penurunan aktivitas harian,” kata Asep Dahlan.

Risiko Jangka Panjang: Capital Outflow dan Erosi Kepercayaan Investor

Selain dampak jangka pendek, pendiri Dahlan Consultant ini memperingatkan risiko jangka panjang, berupa menurunnya kepercayaan investor. Indonesia yang tengah berupaya menarik investasi asing dapat dinilai kurang stabil bila insiden seperti ini berulang.

“Investor global sangat sensitif terhadap isu keamanan. Tragedi kemanusiaan seperti ini bisa menjadi sinyal negatif, apalagi bila pemerintah gagal merespons secara transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Ia menambahkan, modal asing yang masuk ke Indonesia bersifat highly mobile capital. Begitu persepsi risiko meningkat, potensi capital outflow (arus keluar modal) bisa terjadi.

Polisi, Negara, dan Rasa Aman yang Hilang

Lebih jauh, Asep Dahlan menggarisbawahi bahwa tragedi Affan Kurniawan mencerminkan hilangnya rasa aman di tengah masyarakat sipil. Aparat keamanan, kata dia, semestinya menjadi pelindung rakyat, bukan penyebab korban jiwa.

“Ketika negara gagal menjamin keselamatan warganya dalam aksi unjuk rasa, maka yang terguncang bukan hanya legitimasi politik, melainkan juga kepercayaan publik terhadap negara. Dan dalam ekonomi, trust adalah fondasi utama,” tegasnya.

Gelombang Simpati dan Tuntutan Akuntabilitas

Pasca-tragedi, gelombang simpati membanjiri media sosial. Ribuan warganet mengungkapkan duka cita dan menuntut akuntabilitas aparat. Tagar terkait tewasnya driver ojol menjadi trending, memperlihatkan besarnya resonansi publik atas kasus ini.

Bagi dia, tuntutan masyarakat agar aparat bertindak lebih humanis bukan sekadar soal etika, tetapi juga tentang masa depan stabilitas sosial-ekonomi Indonesia.

“Restorasi kepercayaan publik adalah hal paling mendesak. Pemerintah dan Polri harus segera menunjukkan bahwa keadilan ditegakkan, agar luka sosial tidak semakin dalam dan ekonomi tidak terguncang lebih jauh,” pungkas Asep Dahlan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dolar AS Melemah dan Wall Street Menguat Usai Sinyal Perdamaian Iran–AS soal Selat Hormuz

DCNews, Jakarta — Harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur...

DPR Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Kebutuhan Huntap Tembus 39 Ribu Unit

DCNews, Jakarta — Pemerintah bersama DPR RI mempercepat upaya rehabilitasi...

Biodiversitas Laut Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Rokhmin Dahuri Dorong Transformasi Ekonomi Biru Nasional

DCNews, Jakarta — Di tengah persaingan geopolitik global dan...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 25 Mei 2026 Stabil, Antam Tetap Rp2,87 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas di Pegadaian pada perdagangan Senin...