Kasus Malpraktik RS Duren Sawit: Pasien Kehilangan Empat Jari, DPR Minta Investigasi Total

Date:

DCNews, Jakarta — Dugaan malapraktik di sebuah rumah sakit di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, memicu keprihatinan luas. Seorang pasien berinisial H (26) kehilangan empat jari tangan kirinya tidak lama setelah melahirkan, memunculkan pertanyaan besar soal penerapan standar operasional prosedur (SOP) di fasilitas kesehatan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa evaluasi menyeluruh. Ia menyebut, jika dugaan malapraktik terbukti, peristiwa tersebut menjadi “alarm keras” bagi tenaga medis dan manajemen rumah sakit di Indonesia.

“Pelayanan kesehatan bukan sekadar rutinitas teknis, tetapi amanah yang menyangkut nyawa dan masa depan pasien,” ujar Nurhadi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/8/2025).

SOP, lanjut dia, harus dijalankan dengan disiplin, tenaga kesehatan wajib memegang teguh sumpah profesi, dan pemerintah perlu memperkuat mekanisme pengawasan serta perlindungan pasien.

Untuk itu, Nurhadi berkomitmen mendorong Kementerian Kesehatan, organisasi profesi, dan pihak terkait untuk melakukan investigasi transparan. Ia juga menuntut sanksi tegas jika terbukti ada kelalaian, serta memastikan korban mendapatkan pendampingan medis dan hukum yang layak.

“Kehilangan empat jari bukanlah hal ringan. Ini luka fisik sekaligus psikologis yang mendalam,” tambah Legislator asal Jawa Timur itu.

Kronologi Kejadian

Kuasa hukum korban, Novi Delia, menjelaskan H sempat mengalami sesak napas beberapa jam setelah melahirkan. Ia kemudian dirawat di ICU dengan pemasangan ventilator.

Keesokan harinya, H mulai sadar namun mengeluhkan nyeri di tangan kirinya, tepat di bekas pemasangan infus. Pihak keluarga melihat area tersebut membengkak dan memerah sebelum akhirnya terjadi kerusakan jaringan yang berujung amputasi empat jari.

Kasus ini kini menunggu langkah investigasi resmi dari pihak berwenang, sementara sorotan publik terus mengarah pada standar keselamatan pasien di rumah sakit. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

UU Satu Data Indonesia: Jangan Biarkan Data Rakyat Menjadi Senjata Industri Pinjol

Oleh: Asep Dahlan (Konsultan Keuangan dan Pendiri Dahlan Consultants...

Status WhatsApp Debt Collector Berisi Kata-kata Kasar Berujung Laporan Pencemaran Nama Baik di Tegal

DCNews, Tegal – Unggahan status WhatsApp yang berisi rekaman...

Habiburokhman Singgung Watergate Indonesia saat Dorong RUU Penyadapan

DCNews, Jakarta - Praktik penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

UU Satu Data Indonesia Harus Hentikan Tumpang Tindih Data dan Lindungi Privasi Masyarakat

DCNews, Jakarta – Ketidakakuratan data pemerintah berpotensi membuat masyarakat...