DCNews, Jakarta — Komedian Wendi Cagur mempertanyakan dugaan pembatasan jangkauan konten media sosialnya setelah ia aktif menyuarakan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ia juga menyoroti konten judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang menurutnya masih mudah ditemukan di media sosial.
Melalui akun Instagram pribadinya, @wendicagur, Wendi mengaku menyadari penurunan drastis jumlah orang yang dapat melihat unggahan ulang atau repost di Instagram Story miliknya. Ia menduga kondisi tersebut terjadi setelah dirinya menyampaikan keresahan mengenai karhutla.
Wendi menyampaikan pengalamannya itu dengan nada kecewa sekaligus heran. Ia mempertanyakan mengapa unggahan yang berisi kepedulian terhadap persoalan lingkungan justru diduga mengalami pembatasan jangkauan.
“Semenjak gue speak up tentang karhutla kemaren, gue baru sadar ternyata perlahan akses orang lain melihat apa yang gue repost di instastory gue ternyata sangat sangat dibatasi. Edaaaaan. Hahahahahaha,” tulis Wendi dalam unggahannya, dikutip DCNews, Rabu (21/10/2026).
Komedian yang dikenal sebagai salah satu pengisi acara Lapor Pak! itu menegaskan bahwa dirinya hanya ingin menyampaikan keresahan terhadap kondisi yang menjadi perhatiannya. Ia pun mempertanyakan apakah menyuarakan persoalan karhutla menjadi sesuatu yang tidak diperbolehkan.
“Padahal kan gue cuma menyampaikan apa yang menjadi keresahan gue. Cuma bersuara kecil tentang kondisi yang jadi concern gue. Masa bersuara tentang karhutla gak boleh,” ujarnya.
Bandingkan Konten Karhutla dengan Judol dan Pinjol
Wendi kemudian membandingkan dugaan pembatasan konten mengenai karhutla dengan maraknya konten judi online dan pinjaman online di media sosial. Menurut dia, keberadaan konten-konten tersebut juga perlu menjadi perhatian.
“Sementara konten-konten dan komen-komen judol dan pinjol masih merajalela. Koq bisa bertanya dengan nada lemah lembut anak balita,” lanjutnya.
Pernyataan itu memperlihatkan pertanyaan yang ingin disampaikan Wendi mengenai bagaimana platform media sosial menangani beragam jenis konten. Meski demikian, dugaan pembatasan yang ia sampaikan merupakan pengamatan pribadinya dan belum membuktikan bahwa Instagram sengaja membatasi unggahannya karena membahas karhutla.
Ajak Publik Terus Suarakan Karhutla Kalimantan
Terlepas dari dugaan pembatasan tersebut, Wendi tidak ingin persoalan karhutla berhenti menjadi perhatian publik. Ia tetap mengajak warganet untuk terus menyuarakan masalah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan hingga persoalan itu benar-benar terselesaikan.
Sikap Wendi menambah perhatian terhadap peran media sosial sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Namun, penyebab penurunan jangkauan unggahan yang ia alami belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengalamannya tersebut. ***

